Showing posts with label puisi 'katanya'. Show all posts
Showing posts with label puisi 'katanya'. Show all posts

Tuesday, 3 April 2018

APAPUN PROFESI ANDA PASTI JUALAN

APAPUN PROFESI ANDA PASTI JUALAN
Oleh : Dani Maulana @SiKarungGoni


Apa profesi anda sekarang? Pengajar, guru, penyanyi, atlet, karyawan, dokter, suster, penulis, motivator sampai artis. Sadarkah apapun profesi anda sekarang pasti jualan.

Guru menjual ilmunya, penyanyi menjual suaranya, atlet menjual skill dan prestasinya, karyawan menjual tenaga dan waktunya, dokter menjual konsultasi dan obat, penulis menjual tulisan dan bukunya, juga motivator menjual motivasi atau tiket seminarnya. Bahkan saya menulis artikel seperti ini saja sebenarnya sedang menjual tulisan ke media. Dengan begitu jelas sudah, secara tidak langsung profesi apa pun pasti intinya mengarah kepada JUALAN.

Friday, 30 October 2015

Demi Bob Dylan yang Kena Tilang

Oh, aku masih bisa merasakan tubuh ini dibuai oleh angin malam yang sangat dingin setelahnya tadi siang terbakar oleh teriknya matahari. Aku bagaikan tanah yang retak lama tak terguyur air hujan. Merasakan rindu ingin bertemu dengan seseorang yang menurutku begitu sangat indah.

Sedikit mulai menjadi  terasa hangat malam diiringi lagu asik yang dilantunkan oleh penyanyi legendaris Bob Dylan, walau angin masih menunjukkan kuasanya untuk memaksaku mengambil jaket dikamar sebagai tanda telah kalah dan setuju ini dingin.

Telah sampai pada urutan hits Bob Dylan ke-3 Hurricane di playlist handphone yang tersambung headset. Telah sampai juga pada tubuhku yang dibaringkan agar mata bisa melihat keatas kearah langit yang sudah mulai gelap. Oh, bulan yang sama aku harap sedang dia pandangi juga malam gelap ini.

Teringat kejadian tadi sore. Saat membaca sebuah pesan yang berisi:

“Hai, ucapanmu berhasil menjadi kenyataan, tertawalah bahwa aku benar kena tilang.” Aku ingin senyum sejenak sambil mengetik sebuah pesan balasan.

“Benarkah? Mulai hari ini aku berhenti berkata seenaknya.” Tadinya aku tak ingin membalas pesan itu. Takut dikira cowok pendendam.

“Andai saja kau tak berkata nanti aku akan ditilang dan ada polisi yang suka kepadaku lalu jadi sainganmu.”

“Hahaha...” Ini aku yang selalu menertawakan hidup.

Indahnya membayangkan saat dirimu diberhentikan oleh polisi yang gagah perkasa oleh sebab seragam yang dikenakannya. Membayangkan kamu jadi diberihormat olehnya seperti tiang bendera. Mungkin kamu bisa sedikit tenang karena ada ibumu yang siap melindungi anak gadisnya. Itulah ibu yang ikut bersamamu diatas motor yang kini harus mau masuk kantor pos polisi.

Kamu mungkin ditanya soal kelengkapan kendaraan yang kamu kenakan dari arah kota cilegon menuju pulang ke pontang. Ditanya juga soal surat izin mengemudi. Jawablah kepada yang bertanya itu, bahwa izin sudah didapat dari yang punya jalan raya.

Aku juga bisa membayangkan betapa gugupnya si polisi yang perkasa itu melihat wajahmu yang terlepas dari helmnya. Wajah yang membuat semua lelaki atau pun perempuan terjebak dalam situasi yang memaksa mengatakan “cantik sekali...”

Jika benar begitu, oh indahnya lagi aku dapat saingan seorang polisi, seperti apa yang aku katakan kepadamu dua hari sebelum rencana kepergianmu  ke cilegon.

Jangan bilang aku ini orang sakti yang perkataannya menjadi kenyataan. Aku malu, kata yang keluar itu hanya asal keluar. Jangan juga risau jika suatu saat aku asal mengeluarkan kata-kata lainnya. Belum tentu yang berikutnya menjadi nyata.

Saturday, 2 August 2014

Pernahkah Dirimu

Bagaimana dirimu akan selamat dari marabahaya, bebas dan merasakan keindahan di dunia ini, jika hidup berdampingan dengan seseorang yang salah, lingkungan yang salah, kegiatan yang mengarah kepada hal yang tidak baik dan pemikiran melulu teradap dunia. Relakah dirimu selalu dalam lingkaran yang menghabiskan energi untuk mempersalahkan hal-hal yang tidak seharusnya dipermasalahkan.

Ini bukan soal ketegaran hati yang mampu menerima seburuk apapun yang sudah kau dapat dan berada dihadapanmu, bukan juga soal kemampuan bertahan hidup ditengah gurun pasir miskin air. Ini soal rasa yang disatukan sehingga mampu berjalan sampai tujuan dengan satu kepala dan dua kaki.

Maaf saya tidak sedang marah, hanya timbal balik dari semua yang kuberikan kepadamu tak mampu aku serap seperti oksigen yang berguna bagi tubuh.

Pernah diriku merasa tidak sangat dihargai sebagai manusia yang mencintai.

Pernah juga diriku merasakan setiap detik kesalahan terjadi disaat berkata dihadapanmu. 

Pernah pula kah dirimu berusaha menjual derita kepada orang lain agar memporel iba dari mereka.

Yang tampak memang membius semuanya, dari mulai sorot mata yang bersinar indah, lalu gelombang suara yang menenangkan manja berbisik halus, sentuhan lembut lengkap dengan pelukan yang sangat menghangatkan. Tapi semua itu awalnya saja, didepan akan berganti sosok lembut itu dengan sifat dalam yang begitu kasar.

Dalam hati tak ingin tersisih oleh emosi, tapi sunyi berkata lain, sehingga dirimu sangat sekali aku butuhkan sekarang. 

--SiKarungGoni--

Dibuat malam ini untuk malam-malam berikutnya, setelah diundang makan bebek yang di geremasem super pedas bersama kawan setanah dan kawan seair. Jadi, maksud dan tujuannya tidak akan gue saya kasih tau kepada kalian, biar kalian aja yang nanti tanya sendiri. Sebelum membuat ini saya sama sekali tidak mencari inspirasinya terlebih dahulu, karena kalau menunggu inspirasi takut keduluan sama orang lain yang berkarya tanpa ingin dibilang keren. semoga kalian suka, kalau gak suka gak apa-apa, saya sudah sejak dulu.


http://dani5513.tumblr.com/image/86855020985

Sunday, 25 May 2014

Untuk 'Calon' Anakku

Ini tentang anakku, yang masih dalam bentuk cairan dan ruhnya masih disimpan di tempat nenek moyangnya Nabi Adam AS yaitu di Surga. Harus kupercepat bercerita tentang dia malam ini. Tapi, tidak akan aku kenalkan dahulu namanya sekarang, takutnya ada yang baca dan menjiplak namanya terlebih dahulu untuk anaknya.

Ini ayahmu nak yang menulis, ma'afkan ayah  belum cepat-cepat mencari calon ibumu. Ayah sedang sibuk memantaskan diri untuk pantas juga mendampingi ibumu yang juga pantas nanti kau panggil ibu.

Nantinya akan kuberikan sosok ibu yang cantik. Tentunya tanpa kawat gigi, tanpa bulu mata sintetis, tanpa pemanis buatan karena sudah manis sejak lahir. Sehingga engkau akan selamat dari cacian teman-temanmu. Kamu bisa bangga dan jangan buat dia kecewa, khawatir si ibu tempramen dan mengutukmu jadi alas kaki.

Kau akan butuh apa yang dibutuhkan diwaktu engkau lahir dan tumbuh besar. Kau butuh susu terbaik selain susu ibumu, butuh mainan yang banyak agar kau senang selalu, butuh pendidikan yang baik tanpa kepala sekolah dan guru yang pedofilia, tentunya kau butuh uang banyak sehingga memaksaku mencari nafkah. Tapi, kau butuh tau siapa ayahmu ini nak.

Cari saja nama ayahnya di kolom search google. Ketik 'Dani Maulana' maka kau akan tau siapa ayah. Tapi jangan sekarang, karena urutan atas halaman pertama penelusuran masih diduduki si Alm.Dani Maulana yang menjadi korban kekerasan pendukung sepak bola di GBK. Di bawahnya baru ada web ayah http://www.danimaulana.com .

Web itu ayah buat atas dasar kecintaan. Ada banyak buah fikiran yang dituangkan disana. Kamu bisa menambahkan komentar jika menghargai karyanya. Silahkan kamu baca jika mau. Jika tidak ya harus mau, bukan maksud untuk pamer nak, tapi kamu perlu juga bangga siapa ayahmu.

Dengarlah, tak ingin rasanya membuangmu yang masih tak berdaya secara sia-sia. Kakak-kakakmu terdahulu hanyut didalam kamar mandi. Entah sebabnya apa, tapi mungkin 'ohhhh nani' sebabnya. Dasar si nani gak berguna. Habis waktu itu bingung melampiaskan kemana. Ma'afin ayah nak.



“Jika tak mampu memberinya harta, berikanlah dia bangga.”
--Si Karung Goni --