Thursday, 7 April 2016

Si Karung Goni Kembali Beropini

Dan gue ceritanya kembali ngeblog lagi. Hehehe. Postingan terakhir gue Januari sekarang udah April, dua bulan gak ngeblog itu rasanya kayak dua tahun gak ketemu kamu. Iya kamu (ngomong sama gelas yang ada gambar foto mantan).

Kemana aja lo baru ngeblog lagi? Dua bulan kemaren itu sebenernya gue lagi gak enak badan (mulai nyari alesan). Sumpah kepala gue pusing banget. Didudukin tambah sakit, apalagi kalau ditidurin gepeng kepala gue.

Tapi walaupun gue sakit, gue paling males pergi ke rumah sakit. Soalnya rumah sakit ditempat gue Serang Banten khususnya itu bermasalah banget menurut gue. Bagaimana gue bisa mengharapkan kesembuhan dari rumah sakit yang disetiap kamarnya dikasih nama kembang tujuh rupa. kamar Melati, Kamar Kamboja, Kamar Mawar, Kamar Citra Lestari. Secara gak langsung pasien itu disumpahin mati. Harusnya nama kamar di rumah sakit itu yang bisa memotivasi pasien agar cepat sembuh. Misalnya : Joss Gandos, Woyo-woyo, Waras Badan, Ura Sida Gering, Sehat Maning.

Dua bula gak ngeblog bukan gara-gara gue sibuk atau banyak kerjaan. Sumpah deh Demi Levanto gue ini pengangguran alhamdulillah gue pengangguran yang diakui negara dan bersertifikat juga berlabel halal dari MUI. Sampaisekarang gue belum mau nyari kerja. Biar kerjaan yang nyari gue. #PengangguranSombong

Menurut gue ngapain sih kita nyari kerja? nanti udah dikasih kerja minta digaji, udah digaji minta naik gaji, udah naik gaji minta tunjangan, minta aja terus.Ini gue curiga sebenernya mereka yang seperti itu pekerja apa pengemis? apa pengemis yang pura-pura jadi pekerja? ngerepotin orang banyak banget yah. Masih mending gue dong pengangguran, paling cuma ngerepotin orang tua.

Gara-gara pekerja yang bermental pengemis seperti itu. Banyak perusahaan yang angkat kaki dan bata investasi di negara kita. Banyakjuga perusahaan ditempat gue yang gulung tikar. Padahal perusahaan produk sepatu, ngapain coba gulung tikar.

Saat keadaan seperti ini kacau semuanya gue jadi merindukan sosok pemimpin sekelas Ridwan Kamil. Gue jadi ngebayangin Ridwan Kamil jadi gubernur serang banten. Kalau dia jadi gubernur serang banten gue yakin gak bakal ada tuh PNS yang keluyuran ditempat belanja pas jam kerja, gak bakal ada juga PNS yang main COC pake wifi kantor. Dan jika Ridwan Kamil jadi gubernur banten gue yakin pengangguran kaya gue bakal diangkat jadi PNS. Enak kan, bisa main COC ditempat belanja pas jam kerja.

Sepertinya gue nulis semakin ngawur yah, gak jeas arah pembicaraannya kemana. Tapi, gak apalah yang penting gue ngeblog lagi dan beropini di blog personal opini ini lagi. Sekarang gue mau blogwalking nih kebeberapa blogger yang lama gak gue kunjungi dan ninggalin komentar. Ada yang mau gue kunjungi gak Blognya? silahkan tulis blog lo dikotak komen yah. Salam Sahabat Ter-Karung.

Dani Maulana @SiKarungGoni Stand Up Comedy https://youtu.be/tJ2NvToi24I

Friday, 22 January 2016

Indomaret Menurut Si Karung Goni

Tulisan ini gue buat atas dasar suka sama suka kemauan sendiri (ya iyalah) dan beberapa sms atau DM yang masuk ke gue menanyakan tentang postingan jadul gue yang berjudul TERIMA KASIH INDOMARET. Gue heran aja ternyata masih banyak yang punya kegelisahan tentang perusahaan retail terbesar di Indonesia ini, khususnya yang mau atau yang sedang bekerja disana, seolah tulisan itu mewakili kegelisahan mereka lalu beberapa dari mereka yang membaca ngehubungin gue lewat sosial media bahkan ada yang langsung SMS.

Jadi gue mau bagi lagi kisah gue saat masih bekerjadi Perusahaan ini. Simak yah, tapi jangan terlalu serius, soalnya gue nulisnya sekalian setting format buat bahan StandUp Comedy.

Jadi gue pernah bekerja disalah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia. Sebut saja Indomampet (percuma juga si disamarin kan udah pada tau). Mulai dari tahun 2008 waktu itu gue baru lulus SMU sampai 2014 gue resign karena menjelang wisuda. Indomampet memperkerjakan gue sewaktu masih perawan dan gue putuskan berhenti kerja sebelum keperawanan gue hilang direnggut Indomampet.

Jabatan terakhir gue saat itu adalah kepala toko. Orang nomor satu yang bertanggungjawab dan memiliki wewenang penuh hanya dengan sekali tunjuk. Pada saat itu gue baru sadar telunjuk gue ada gunanya selain untuk ngupil.

Salam Satu Jari. Telunjuk gue lebih berguna saat memakai seragam ini

Suatu saat gue pernah punya KASIR CANTIK yang dilempar permen mukanya sama konsumen gara-gara dia ngasih kembalian dalam bentuk permen. Dia nangis diperlakukan seperti itu, air matanya menetes deras membasahi pipinya, eyeliner yang dia pakai tidak waterproff sehingga tampak seperti meneteskan air mata hitam mengkilap semu kemerahan bercampur eye shadow yang dia pakai saat itu juga. Pas gue sadar... Ternyata air matanya permen.

Tuesday, 12 January 2016

Si Karung Goni Di Serang Banten

Selamat Datang Di Kota Serang Banten!!! Itu yang aku lihat saat memasuki kota yang sering disebut kota Madani. Sebagai Dani yang punya Ibu dengan sebutan Emak. Saya yakin bahwa Emak (Dani) saya bukan kota Serang.

Terimakasih Kota Serang Banten. Sudah bermaksud baik ingin memberi ibu baru, emak baru. Tapi maaf bukan saya angkuh. Hanya cukup satu ibu dalam hidup. Silahkan untuk siapa saja yang ingin Madani dari kota ini. Ambil.

Tapi aku butuh Serang Banten. Bukan kotanya dengan tata letak menggelikan. Tapi Desanya, kampungnya yang bernama Pontang. Kamu siap kesana. Iya kesini Pontang tempatku tinggal sekarang. Siap gak?

Kamu harus mengikuti jalan yang lurus untuk sampai kesini. Seperti dalam surat di Al-Fatihah “tunjukkanlah jalan yang lurus” aku kira jalan Pontang adalah jalan yang akan selalu lurus, akan mengingatkanmu kepada agama.

Jalan saja terus lurus. Jangan hirau bila bertemu jalan yang rusak, santai saja jika sinyal di handphone menghilang dan jangan gentar jika melihat kuntilanak diatas pohon sedang mencari sinyal. Tak lama lagi kau sampai di kampungku. Pontang.

Kau lihat saat perjalanan dikanan dan kirimu ada sungai. Selain diisi air yang mengalir, diisi juga oleh warga yang sengaja mandi, mencuci sampai warga baik yang membuang air ke air sungai. Kau lihat juga agak jauh kanan kirinya sawah yang luas bersama petaninya yang sibuk sendiri. Petani yang lupa bahwa akan tiba saatnya sawah mereka dibeli lalu dirubah menjadi bangunan.

Kita jangan mengaku warga Serang Banten secara premature. Kita belum Serang, kita belum Banten, kalau kita belum pernah pacaran di alun-alun Kota Serang Banten. Belum pernah makan berbagai jajanan dipinggir jalan alun-alunnya, belum pernah pacaran sambil makan dan diganggu pengamen disana. Jangan ngaku deh kalau belum pernah yah.

Bangga disini masih ada peninggalan sisa sejarah. Situs sejarah kerajaan Banten yang sempat berjaya. Gedung, masjid, menara dan benteng masih ada. Sayangnya bukan untuk dipelajari  sejarahnya, melainkan untuk ajang foto preweed.

Jangan merokok!!! apalagi kalau belum gondrong...

Serang Banten, 07 Januari 2016 ketika sedang susah tidur

Saturday, 5 December 2015

Kartun dan Komik Menurut Si Karung Goni

Assalamualaikum wr wb
Selamat malam, nama gue Dani Maulana a.k.a SiKarungGoni. Kenapa gue dipanggil Si Karung Goni? Itu karena gue gak mirip sama Crayon Shincan.

Walaupun gue gak mirip sama Shincan, tapi Ibu gue mirip sama Misae ibunya Shincan. Mereka itu, sama-sama galak. Misae sering melakukan kekerasan fisik yaitu dengan menjitak kepalanya Shincan kalau dia nakal. Misalnya nih, Shincan lagi belajar mewarnai, terus ibunya marah, soalnya yang diwarnain kesucian tetangganya. Shincan kena jitak cuma bagian kepala yang sakit.

Sedangkan ibu gue melakukan hal yang berbeda yaitu kekerasan fisikologis, contohnya kaya kemaren pagi dia nyamperin gue terus bilang “Nak, kapan kamu mau nikah? Umur kamu sudah 25tahun loh nanti keburu tua, ayo Nak siapkan diri kamu secepatnya dan mulai belajar berkeluarga...” sambil nyodorin tagihan listrik yang belum dibayar 3bulan. Nah, gara-gara itu hati, jiwa dan keuangan gue sekarang terganggu.

Banyak temen gue yang sudah duluan menikah dan hal ini membuat gue ngerasa terlambat dan menyesal. Persis yang gue rasain ini ketika masih kecil menyesal karena terlambat nonton film Dragon Ball. Minggu depannya biar gak ketinggalan gue standby didepan TV dari hari Sabtu.

Gak kerasa yah udah berganti bulan dari November ke Desember. Biar gak ngerasa menyesal dan ketinggalan lagi gue update status “Welcome to Desember” di sosial media kaya anak alay kekurangan omega3. Padahal semua bulan itu indah. Termasuk bulan November, bulan Desember, datang bulan, semuanya indah. Bulan Januari, bulan Februari, Rabu, Kamis, Jum’at Kliwon, wah pokoknya semuanya indah.

Yang gak indah itu kalau lo dapet kabar dari pacar yang belum datang bulan. Dia bilang ada tanda-tanda kehidupan diperutnya. Lo pasti bakal repot nanti disuruh nyari nanas muda, mangga muda, istri muda, atau minimal Kiranti. Kasihan kan? yang kasihan bukan lo tapi cewek yang nempel dibungkus botol Kiranti. Dia cantik tapi cuma nempel dibotol, abis itu kedingan, dimasukin kedalem kulkas, terus dibuang ditempat sampah.

Harusnya botol kiranti jangan ditempel gambar cewe cantik. Ganti aja sama gambar Shincan karena dia tokoh kartun yang kuat walau kena jitak dan disakiti ibunya berkali-kali. Gue jadi ngebayangin betapa enaknya jadi tokoh kartun kaya Shincan. Gue pengen banget jadi Shincan biar nanti kalau ditinggal mantan kawin duluan gue gak akan merasakan rasa sakit.

Gue juga heran kenapa kenapa gue selalu disakitin mantan, padahal waktu pacaran gue memakai konsep pacaran syariah. Misalnya setiap mau ketemu pacar untuk berzinah gue gak lupa baca Bismillah, setelah maksiat juga gue bersyukur dengan mengucap Alhamdulillah. Mantan yang nyakitin harusnya ditempel dibotol Kiranti, masuk kulkas, kedinginan, abis itu dibuang.

Bayangkan jika mantan itu dijadikan tokoh kartun. Mungkin wujudnya jadi campuran antara malaikat yang diawal memberi kebahagiaan setelah itu berubah menjadi wujud setan dengan sosok menakutkan. Kenapa gue jadi bahas mantan sih? Oh ini gara-gara tadi gue abis minum Kiranti.

Dan satu-satunya tokoh kartun yang gue suka sebenernya adalah Hello Kitty... yang nempel dicelana dalem mantan. Mantan yang bagaimana, itu.

Mantan yang nempel di botol Kiranti.

Mantan yang alisnya ketebelan kaya Shincan.

Mantan yang mirip alay kekurangan Omega3.

Mantan yang nempel dibotol Kiranti, terus kedinginan, masuk kulkas, abis diminum dibuang. 

Terimakasih gue Dani Maulana...

Saturday, 28 November 2015

Musik dan Hits Menurut Isi Kepala Si Karung Goni

Assalamualaikum wr wb

Selamat malam, nama gue Dani Maulana a.k.a SiKarungGoni. Kenapa gue dipanggil Si Karung Goni? Mungkin gara-gara gue kaga mirip Ariel Noah.
Salam metal 1 jari. Dalam komunitas One Finger Movement Symbol ini adalah salam tauhid. Kalau tiga jari bukan lagi salam tauhid. Tapi, salam untuk lubang yang udah bisa masuk 3 jari biasanya lubang yang udah gak sempit lagi.

Biar gondrong-gondrong begini gue suka musik metal yah. Sebelum ikutan standup gue juga sering manggung sama band gue (OreG) sebagai vocalis. 

Ada yang gak percaya gue vocalis metal?
ERRRHHHGGGAAA.... *ngeluarin suara growl.

Ada tehnik lain seperti : Eeerrrhhhgggaaa... *ngeluarin suara scream.

Nah udah percaya kan? Itu kalau diterjemahkan dalam kamus alay versi 2.2 bunyinya akan beda jadi EEEAAA...




Malem ini kita bahas tema musik dan hits. Kebetulan ini bulan November dan sudah mulai memasuki musim hujan. Lo tau apa yang dilakukan orang-orang di sosial media saat november dan musim hujan. Iya, update status “#nowplaying November Rain Guns N' Roses”.

Saturday, 21 November 2015

Dunia Menurut isi Kepala Si karung Goni

Selamat malam para benih-benih yang sekarang sudah beranjak dewasa. Kalian semua beruntung yah, bisa selamat terlahir di dunia. Bayangkan saudara sebenih kalian yang dibuang sia-sia oleh Ayah. Ada yang berserakan di kasur menjadi belatung, ada yang dibuang di kamar mandi jadi kecebong dan ada yang ketelen masuk ketenggorokan Ibu.
 
Open Mic StandupBSC at X-Corner cafe Ciracas Serang Banten
Wah cuaca malam ini indah yah. Mendung-mendung gimana gitu, diiringin gerimis yang mengundang. Iya mengundang untuk berbuat maksiat.

Apalagi tadi gue liat cewe cantik kehujanan dalam keadaan basah, rambutnya hitam kulitnya putih, BHnya hitam kaosnya putih. Wah nyeplak, mengundang keinginan berbuat maksiat. Jadi pengen nanya juga ke dia, “Neng Bisa Kali...?”

Jangan tanya gue udah makan apa belum malam ini. Tapi tanya apa yang udah gue lakukan untuk dunia ini. Apa? Gak ada.

Ada sebuah pernyataan:

Jika kau ingin mengenal isi dunia, maka bacalah buku. Tapi jika kau ingin dikenal oleh semua isi dunia maka tulislah buku.

Saturday, 14 November 2015

Pahlawan Menurut Isi Kepala si Karung Goni

Halo selamat malam... Jangan coba tanya gue udah makan apa belum malam ini, tapi tanya apa yang sudah gue berikan untuk negara ini. Gue belum melakukan apa-apa untuk Indonesia. Yeah tepuk tangan dong buat gue.



Gue ngerasa terlambat saat membahas pahlawan malam hari ini. Secara hari pahlawan udah diperingati tanggal 10 September kemarin. Dalam dunia kepahlawanan orang kayak gue ini adalah tipe pahlawan kesiangan, yang tidur kemalaman dan tak luput dari godaan setan.

Selain hari pahlawan kita kemaren ngerayain hari Ayah. Jujur, gue baru tau kalau sekarang udah ada hari ayah. Tapi sedikit kecewa karena itu belum komplit menurut gue. Karena Gak ada hari keponakan, sepupu, adek, kakak, kakek, nenek, buyut, om, dan tante.

Umur gue udah nginjek 25tahun yah. Tapi, gue belum mau berumah tangga. Kenapa? Karena gue belum siap punya rumah isinya Cuma tangga, ngelonin tangga, makan bareng tangga. Gue siapnya jadi pahlawan bagi keluarga gue. Tapi menurut gue hidup itu perjalanan butuh proses untuk menjadi pahlawan dalam keluarga. Tapi kenapa jadi aneh yah? Kenapa masih banyak orang yang butuh kendaraan. Jalan aja sih, namanya juga hidup kan sebuah perjalanan.

Persamaan pahlawan dengan mantan. Pahlawan adalah orang yang pernah berjuang untuk kepentingan oranglain. Sedangkan mantan adalah orang yang pernah mengisi hari-hari indah yang lalu akhirnya pergi dengan orang lain.

Bodohnya generasi saat ini terbukti dari mereka yang sudah lupa atas jasa pahlawan. Tapi tidak pernah lupa sama kenangan indah seorang mantan.

Pahlawan walaupun perjuangannya menghasilkan sebuah kekalahan tapi itu semua tidak menjadi sia-sia. Berbeda dengan mantan walaupun kasih sayangnya menghasilkan rasa bahagia tapi semua itu menjadi sia-sia.

Bung Karno berkata dalam mimpi: Bangsa yang besar adalah bangsa yang pemudanya  menghargai pahlawannya. Tapi menurut gue, mantan yang tegar adalah mantan yang selalu sabar walaupun tidak dihargai kenangan dan masa lalunya.

Untuk para pahlawan kita mengheningkan cipta sejenak, lalu bangkit dan  bergerak maju. Tapi untuk mantan, kita hening sejenak ketika bertemu dia yang sudah bersama pasangan yang baru.

Pahlawan rela mengorbankan nyawa demi kepentingan orang banyak. Kita para mantan  rela mengorbankan perasaan demi kebahagiaan dia dengan pasangan barunya.

Berkat jasanya banyak pahlawan yang dijadikan nama jalan. Berkat jasanya juga banyak mantan yang meninggalkan kenangan dijalan.

Monday, 2 November 2015

Wanita Menurut Isi Kepala Si karung Goni

Oke. Wanita dalam ejahan kamus besar bahasa indonesia jadi WE-A-WA-EN-I-NI-TE-A-TA dibaca...? Sip. Tumben yang cowo bisa fokus sama cewe, biasanya soal menilai cewe nih, cowo itu cuma liat bagian tertentunya aja, jarang tuh ada cowo yang ngeliat cewe secara keseluruhan. Penilaian cowo tentang cewe dimulai dari muka, dada, paha dan bokongya aja. Lalu dari model rambut, model pakaian dan model bulu keteknya.

Wanita tema malem ini. Duh, sebenernya bagi gue sulit membahas tentang wanita, teramat sulit ketika gue berkaca di kamar mandi tanpa sehelai baju dan  celana lalu melihat kearah bawah dan mendapati diri ini adalah lelaki sejati 100% tanpa kelamin buatan.

Tetapi, seorang lelaki haruslah mengerti tentang wanita, walaupun kita tau wanita kadang tidak pernah mau mengerti tentang lelaki.

Beberapa yang gue tau tentang wanita selain sosok yang diminta Nabi Adam AS menemani hidup di bumi, dialah yang menyebabkan adanya majalah dewasa, beredar luasnya video dewasa, dan munculnya kombinasi antara huruf angka, itu loh yang kita tau kombinasi “32B”.

Saat gue sedang jatuh cinta sama seorang cewe, dia juga yang menyebabkan hari-hari gue tersiksa rindu lalu jadi merasa hampa disetiap malam tanpa bintang. Oh wanita aku ingin menirumu tapi gue gak bisa pakai bulu mata, milih ukuran bra, takut jadi waria, belum lagi kena razia.

Saat ngajak cewe pergi kesuatu tempat, cewe punya kata sakti yang bisa bikin sebagian syaraf otak kanan gue rusak. Kata itu ialah "TERSERAH". Gue tanya kita mau kemana, lo jawab terserah. Gue tanya kita makan apa lo jawab terserah, jika gue tanya lagi mau minum apa pasti cewe juga bakal jawab dengan kata terserah. Akhirnya gue bingung sendiri terus ngelamun. Pas dia tanya “kenapa Bang?” gue jawab aja TERSERAH.

Mungkin nih yah, Malaikat maut pun jika bertanya ke cewe “siapkah nyawamu aku cabut?”, dia bakal kesel banget denger jawaban : “terserah cabut aja... Tega? Tega kamu setelah semua ini kita lalui bersama. Tega... Tega... Tega ih... *pake gesture yang agak centil

Mungkin hal itu disebabkan cewe itu makhluk yang tidak suka ditanya. Tapi lebih suka bertanya. Bertanya: kamu sedang dimana?, lagi apa?, sama siapa?, selingkuh yah?, narkoba yah?, lagi coli yah?, keluarnya cepet yah? dan bertanya banyak melebihi jumlah helai alis matanya.

Bicara soal alis wanita. Kenapa yah gue mulai agak jijik dengan cewe yang suka melukis alisnya terlalu tebal. Melebihi tebalnya ulet bulu kena penyakit kaki gajah. Ujungnya matanya yang sipit eh alisnya jadi belo. Apa tujuannya cewe melakukan hal itu kepada alisnya, selain untuk membuat para produsen pensil alis senang produknya laku keras. Atau sengaja membuat celana lelaki menjadi keras?

*ngeluarin dompet pura-pura liat foto mantan.
Gue inget mantan gue, cewe, namanya Pram... Dipanggil Dia... Karena nama lengkapnya Pramudia. Orangnya cantik menurut buku pendidikan agama islam kelas tiga, badannya gemuk dan ukuran dadanya 32B. Gara-gara kurang pede sama bentuk badannya Pram selalu pakai baju dengan motif garis-garis, atau dia sering pakai warna netral hitam dan putih. Kadang Pram kombinasi keduanya, garis-garis warna hitam dan putih mirip Zebra hamil tua.

Gue pernah sih nyaranin Dia buat pakai Jumpsuit. Itu loh baju cewe langsungan, yang mirip baju montir di bengkel. Terus dari situ dia marah, soalnya gara-gara gue nyuruh pake jumpsuit dia kesusahan pas mau pipis. Ribet kan pas lagi kebelet pipis toilet jauh atau ada toilet tapi ngantri,  udah masuk toilet ribet kudu lepas jumpsuitnya. Lah keburu pipis dicelana.

Gara-gara kejadian itu gue putus sama Pram. Semenjak putus dari dia, setiap gue naik motor terus berhenti di lampu merah gue selalu inget dia pas ngeliat zebra cross. Spontan gue turun dari motor terus teriakin zebra crossnya... "Ciee... Pake garis-garis... Cie biar ga keliatan gendut..." Terus gue ditegor ibu polwan, sekalian gue teriakin ibu polwannya "cie... 32B... Cie..."

Friday, 30 October 2015

Demi Bob Dylan yang Kena Tilang

Oh, aku masih bisa merasakan tubuh ini dibuai oleh angin malam yang sangat dingin setelahnya tadi siang terbakar oleh teriknya matahari. Aku bagaikan tanah yang retak lama tak terguyur air hujan. Merasakan rindu ingin bertemu dengan seseorang yang menurutku begitu sangat indah.

Sedikit mulai menjadi  terasa hangat malam diiringi lagu asik yang dilantunkan oleh penyanyi legendaris Bob Dylan, walau angin masih menunjukkan kuasanya untuk memaksaku mengambil jaket dikamar sebagai tanda telah kalah dan setuju ini dingin.

Telah sampai pada urutan hits Bob Dylan ke-3 Hurricane di playlist handphone yang tersambung headset. Telah sampai juga pada tubuhku yang dibaringkan agar mata bisa melihat keatas kearah langit yang sudah mulai gelap. Oh, bulan yang sama aku harap sedang dia pandangi juga malam gelap ini.

Teringat kejadian tadi sore. Saat membaca sebuah pesan yang berisi:

“Hai, ucapanmu berhasil menjadi kenyataan, tertawalah bahwa aku benar kena tilang.” Aku ingin senyum sejenak sambil mengetik sebuah pesan balasan.

“Benarkah? Mulai hari ini aku berhenti berkata seenaknya.” Tadinya aku tak ingin membalas pesan itu. Takut dikira cowok pendendam.

“Andai saja kau tak berkata nanti aku akan ditilang dan ada polisi yang suka kepadaku lalu jadi sainganmu.”

“Hahaha...” Ini aku yang selalu menertawakan hidup.

Indahnya membayangkan saat dirimu diberhentikan oleh polisi yang gagah perkasa oleh sebab seragam yang dikenakannya. Membayangkan kamu jadi diberihormat olehnya seperti tiang bendera. Mungkin kamu bisa sedikit tenang karena ada ibumu yang siap melindungi anak gadisnya. Itulah ibu yang ikut bersamamu diatas motor yang kini harus mau masuk kantor pos polisi.

Kamu mungkin ditanya soal kelengkapan kendaraan yang kamu kenakan dari arah kota cilegon menuju pulang ke pontang. Ditanya juga soal surat izin mengemudi. Jawablah kepada yang bertanya itu, bahwa izin sudah didapat dari yang punya jalan raya.

Aku juga bisa membayangkan betapa gugupnya si polisi yang perkasa itu melihat wajahmu yang terlepas dari helmnya. Wajah yang membuat semua lelaki atau pun perempuan terjebak dalam situasi yang memaksa mengatakan “cantik sekali...”

Jika benar begitu, oh indahnya lagi aku dapat saingan seorang polisi, seperti apa yang aku katakan kepadamu dua hari sebelum rencana kepergianmu  ke cilegon.

Jangan bilang aku ini orang sakti yang perkataannya menjadi kenyataan. Aku malu, kata yang keluar itu hanya asal keluar. Jangan juga risau jika suatu saat aku asal mengeluarkan kata-kata lainnya. Belum tentu yang berikutnya menjadi nyata.

Friday, 23 October 2015

Qolbu Prod Pontang Berdebuh

Pontang, Serang Banten 10 Oktober 2015. Bersama tulisan ini yang baru saja sempat saya tulis. Ini sudah lewat hampir 20 hari yang lalu dari rencana penulisan sebelumnya. Jangan kamu tanya kenapa baru saya tulis sekarang, karena nanti kamu jadi memaksa saya untuk mencari pelbagai alasan agar dapat menjawabnya. Kita anggap saja saya baru ingat dan baru mau menulis. Setuju? Oke terimakasih karena sudah tidak setuju.

Wednesday, 30 September 2015

Perbedaan Topeng Monyet dan Topeng Manusia

...Karena dengan bahasa bahkan seekor monyet mampu mengetahui cara menanam pisang.
--Ernest Cassirer-- #animalsimbolicum

Monyet adalah apa yang kau lihat di cermin.
--Dani Maulana--


Kita terlahir sebagai manusia, untungnya. Bukan seekor monyet yang harus memakai topeng agar bisa mendapatkan uang. Tentunya sebagian besar uang dari penghasilan si monyet untuk kepentingan manusia yang melatih dan memberinya topeng. Sebagian lainnya tentunya saja untuk pakan si monyet. Manusia juga lah yang menyediakan kostum khusus, properti, dan tempat pentas. Benar-benar baik terkesan si manusia itu, sampai aku bingung, sesungguhnya monyet atau manusia itu sendiri yang memakai "topeng" untuk mendapatkan uang.

Tuesday, 11 August 2015

Semua Tidak Harus Sama

Tukang ayam potong bertanya kepadaku dengan sangat brutal, saat lapaknya aku lewati, itu setelah saya selesai berdagang di pasar yang sama lokasinya dengannya.
“Hey, kamu gak mau kerja kantoran, kerja di perusahaan, yang gajinya gede dibanding hasil berdagang yang tidak pasti. Kamu kan sarjana, lebih mudah tentunya mencari kerja dibanding lulusan SMP dan lulusa TK.”

Aku mendengar semua percakapan itu, antara ibuku dan tetangganya yang sangat pandai bergosip. Aku curiga dia tetangga yang hafal jam-jam acara infotaiment di TV.
“Anakmu itu, dia kan lulusan perguruan tinggi, kenapa tidak mau bekerja di kantoran atau di perusahaan, atau di bank biar setiap hari pegang uang.”

Sebelum tutup warung, aku menghampiri beberapa orang untuk ditagih pembayaran atas barang yang sudah dia ambil dari warungku. Hal itu dinamakan penagihan.
“Eh Mas, ini bayar yang tadi yah. Terimakasih. Oh iya Mas, waktu kuliah dulu ambil jurusan apa?”

Rekan sekerja, itu dulu waktu aku masih bekerja sambil kuliah. Dia bertanya seolah mematikan jalan yang sedang aku tuju.
“Ngapain sih, kan udah kerja, udah ada jabatan lagi disini, bisa nyuruh seenaknya, gaji juga udah lumayan, tinggal nunggu beberapa tahun posisimu sudah ada di puncak. Buat apa kuliah?”

Seorang ustadz yang sering bilang “CEKRESS” aku kenal saat pengajian di kampungnya, waktu itu sedang ada KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa), kami hadiri acara pengajian di kampung itu bersama.
“Kalian, Mahasiswa, untuk apa kuliah, harusnya kalian mencari mendalami ilmu agama, mengenal Tuhan lebih dari sekarang, bukan mencari ilmu dunia yang tidak dibawa mati. CEKRESS.”

Saudara, kakak dari ibuku bilang juga... saat itu dia datang ke rumahku sekedar untuk menjelaskan kenapa tidak bisa ikut menghadiri acara wisudaku.
“Kalau ujungnya hanya berdagang buat apa menghabis uang untuk kuliah, kenapa tidak kau gunakan saja untuk modal usaha.”

Saat ada teman dekat yang penasaran ingin bertanya juga. Apa sih tujuanmu kuliah? Aku hanya bisa menjawab.
“Aku kuliah untuk sesuatu yang akan kamu lihat nanti.”

Aku suka manusia dalam bagian hidup ini, mereka bertanya tentang hal yang tidak biasa seperti yang mereka alami, mereka lihat, mereka tau dan mereka ingin semua seragam juga sama.
Semua tidak harus sama dengan mau kita, harapan kita tetapi semua harus tetap diperjuangkan. 

Ini Omset Warung gue per bulan Juli 2015


Ini Balasan Penerbit Atas Penolakan Naskah Gue

Dan ini gue

Tuesday, 21 July 2015

07 Oktober 1990 Catatan Harian Si Karung Goni


Minggu pagi tanggal 7 oktober 1990 waktu itu, setelah penyatuan kembali negara Jerman, malam harinya orang yang selalu aku panggil ibu, yang selalu aku merasa ada surga ketika dia senyum, yang selalu aku takut jika mengutuk, dan yang selalu marah kalau baju di lemari pakaianku acak-acakan melihat sosok wanita seperti bidadari memakai gaun putih berambut panjang duduk didepan rumah yang baru dia sadari sekarang ini kalau sosok itu adalah kuntilanak.

Ibuku hebat, dia tidak takut, yang dia takutkan adalah bayi yang ada didalam kandungannya keluar disaat sang ayah sedang masuk bekerja shift malam.

Jangan kamu menyangka dia ayah yang tidak bertanggung jawab, meninggalkan istri yang sedang hamil tua sendirian. Dia sebagai ayah, sebagai tulang punggung keluarga harus bekerja lebih keras demi mencukupi biaya persalinan istrinya. Kamu juga akan sepertinya jika nanti jadi ayah, jangan mau enaknya saja dikamar pengantin, susahnya juga harus kamu rasakan nanti.

          Tangerang, tepatnya Jatake kampung pasifik yang lembab sehabis diguyur hujan berat dari sore tadi. Orang-orang dirumah sibuk sendiri menyiapkan apa yang harus ada ketika menghadapi persalinan meninggalkan ibu dikamar sendiri memandangi kuntilanak dari jendela. Dia masih menganggap itu bidadari penyambut kelahiran bayinya.

Ternyata perut ibu berkata lain, benar saja, sang ayah tak kunjung datang karena sibuk menggunting tumpukan karung goni hasil produksi ditempat dia bekerja. Kuntilanak yang disangka bidadari pun hilang karena sudah ada suara ayam berkokok. Itu pagi hari menjelang subuh saat mulai siaran RRI (Radio Republik Indonesia) bayi didalamnya pun ikut keluar bersama tangis memecah kesunyian pagi.

“Anaknya laki-laki Bu...” itu kata dukun beranak kepercayan warga desa kepada ayahku yang dijemput paksa dirumahnya oleh tetangganya yang perduli dan tidak diberi izin untuk mengadzani sang bayi.

Lalu ayah mengangkat bayinya dengan perasaan sangat bangga, mengadzani ditelinga kanan dan mengkomatkan ditelinga kiri tak lupa dia mencium kening si bayi dan ibu yang masih lemas tapi bisa tersenyum lega.

“Siapa nama anak kita?” tanya ibu dengan suaranya lembut.

Sang ayah kaget karena baru pertamakali punya anak, dia belum menyiapkan nama untuk bayinya, dia hanya menyiapkan biaya persalinan dan bekal makan sebelum bekerja tadi.

“Siapa yah?” bagai bertanya kepada dirinya sendiri lalu hening beberapa menit, “Oh, iya aku sudah dapat namanya” kata ayah bagai mendapatkan ilham.

“Akan kunamai dia, Ghani,” katanya.matanya mantap menatap wajah bayinya. “Lengkapnya, Abdul Ghani.”

Semua orang disana, yang ada ditempat persalinan ibu menyentuh dada masing-masing karena kaget, tidak termasuk dukun beranak yang acuh sibuk mencuci tangannya bekas darah. Ibu juga kaget, kenapa? Karena mereka tahu maksud si ayah memberi nama “Ghani” berasal dari kalimat “Goni” nama karung.

“Bagaimana istriku,” tanya ayah.

Menurutnya langkah lebih baiknya nama bayi itu ditanyakan kepada pemuka agama setempat, karena nama adalah do’a dari kedua orang tua, harus indah dan bermakna, harus tidak termakan zaman, lebih difiqirkan serius.

***

Lelaki tua agak sepuh duduk didepan rumahnya yang sejuk karena sinar matahari pagi tertutup dedaunan rindang pohon belimbing yang sengaja ditanam. Ada tasbih ditangan kananya dan ada rokok kretek ditangan kirinya. Cocok sekali kalau disebut: Ketika Kretek Bertasbih.

          Mbah Hamid. Pemuka agama terkenal di Jatake kampung pasifik, tidak setenar Ki Joko Bodo dan Ki Kusumo. Tapi, dalam cerita ini dialah orang paling berjasa bagi keluargaku.

          “Mbah...” Sapa ayah menghampirinya.

          “Wa’alaikumsalam, apa jangan.” Jawab Si Mbah.

          “Oh, ma’af Mbah.. assalamualaikum.”

          “Wa alaikumsalam... ada apa nih, mau minjem tasbeh?”

          Ayah diam saja.

Tiba-tiba si mbah bilang, “ngasih nama anak yang bener dong,” seolah dia sudah tau biduk permasalahan yang dihadapi oleh keluarga yang baru dikarunia anak itu.

“Yang cocok apa Mbah?”

“Ini bertepatan dengan maulid Nabi, namakan Maulana.” Jawab Si Mbah.

“Terimakasih mbah, itu nama yang baik.”

“Sisanya kamu sendiri dan istrimu yang tentukan.”

Sepulang dari rumah mbah hamid, ayah dan ibu kembali berdiskusi, dia kabarkan nama maulana yang dia dapat dari Mbah Hamid dengan imbalan satu bungkus rokok kretek. Sampai akhirnya “Ghani” dirubah menjadi “Dani”. Lalu lengkap sudah nama bayi tersebut menjadi Dani Maulana. 
Si Karung Goni sekarang lebih gondrong

Saturday, 4 July 2015

Siapakah Sosok Ocit Sebenarnya

Hai kawan Ter-Karung... Wabilkhusus yang sudah punya novel gue. Masih inget Ocit Si Anak Kali Sekarang? Dia adalah salah satu tokoh yang ada diantara beberapa judul yang ada di novel pertama gue Lusi Si Ilusiana - Ilusi Cinta di Serang Banten 1997. Siapakah sosok Ocit yang sebenarnya? Apakah dia hanya tokoh fiksi yang gue ciptakan atau dia adalah sosok nyata? Baiklah dipostingan kali ini gue bakal ceritain sosok Ocit yang sebenarnya.

Didalam novel gue Ocit digambarkan sebagai anak kali misterius yang bertemu Agra lalu memberikan ilmu yang sangat berarti dalam hidup. Banyak yang bertanya apakah benar Ocit itu makhluk halus penunggu kali atau dia adalah salah satu finalis kontes Hijab?

Kejadiannya sekitar 2tahun yang lalu, ketika gue masih bekerja sebagai Asisten Kepala Toko disalah satu perusahaan retail sebut saja Indomampet saingannya Agakmampet.

Ditugaskan ditempat yang baru membuat gue harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru juga, outlet yang baru dibangun saat itu dikawasan industri Nikomas Tambak Serang Banten. Gue untuk pertamakalinya menemukan sosok Ocit (katanya nama aslinya RoSHIT...) Umurnya bisa gue tebak sudah cukup dewasa atau 24, tapi tubuhnya kecil seperti anak SD kelas 6. Dan ternyata dia autis.

Setiap hari Ocit berkunjungan ke outlet tempat gue bekerja, membeli 1 botol Mizone seharga 3.400,- dengan membawa uang 1.000,- bisa ditebak siapa yang membayar sisa kekurangannya? Iya gue atau petugas apes yang kebetulan kedatangan dia.

Kami tidak bisa marah dengan kelakuannya itu, marah dengan orang seperti Ocit artinya menyatakan diri lebih autis daripada dia. Bahkan saat dia berbuat hal yang mengesalkan (contoh: beli roko pake seharga 15.000,- dengan uang 1.000,-) kami tak mau marah. Takut dikira gila.

Hal lain dari Ocit yang menarik adalah dia selalu datang pagi hari, hampir setiap pagi sekedar untuk menyapa, dengan muka bangun tidurnya, lengkap belek diujung matanya, lengkap bekas ilernya juga dan gigi kuningnya. Pernah sewaktu pagi gue sedang sarapan dan disapa Ocit, alhasil sarapan yang sudah masuk diperut gue kembali keluar dengan indah setelah melihat mukanya Ocit.

Setiap sore hari Ocit selalu datang didepan outlet, membukakan pintu bagi konsumen yang ingin masuk, mengucapkan salam walau tidak jelas terdengar, ada yang takut, ada yang senang dan ada yang kesal karena tidak jarang dia iseng kepada konsumen.

Manakala sedang ada promo yang berjalan dioutlet Ocit pun hadir, menari-nari mengikuti irama musik yang dia dengar lewat speker besar yang tim gue pakai untuk menarik perhatian konsumen. Toko jadi ramai entah karena promosi atau karena ada Ocit disana.

Gue kangen Ocit, kepolosannya, kebegoannya, semuanya. Pelajaran yang gue dapet dari dia adalah hidup itu tidak usah perduli perlakuan orang lain, walaupun hampir setiap hari dia dibully yang terpenting perlakuan kita terhadap orang lain. Seperti Ocit yang tidak perduli dia dibully, membalas atau melawan saja dia tidak mampu, yang penting dia bisa tertawa dengan Mizone yang dia dapat dengan harga 1.000,-

Gue gak bisa banyak ngebahas Ocit disini, kalau lo penasaran silahkan datang saja ke Industri Nikomas atau cerita lebih lengkapnya ada di novel gue. Dan ini adalah sedikit part tentang Ocit dinovel gue.

Setelah beberapa hari berlalu, Lusi bilang jangan suka maen ke kali diujung jalan, suka ada penampakan anak kecil yang mancing dikali kalau sore-sore, katanya sih tuh anak keturunan bangsa Jin, ada yang bilang juga korban pembunuhan yang tempo hari geger dikampung.
Kampret... berarti kemaren aku ngajak ngobrol anak Jin, pantes ajah si Ocit mukanya agak pucat gitu, tingkahnya aneh dan tatapannya kosong.
Inspirasi itu bisa didapat dimana saja dan kapan saja, bahkan Ocit yang belum jelas makhluk apa bisa ngasih inspirasi, dari situ aku dapat pelajaran berharga banget. Thanks Ocit semoga kau tenang dialam sana, lupakan saja obrolan sore kemarin.

***

            Tahukah kamu setelah kejadian tersebut aku langsung membuat sebuah puisi, masih sedikit ingat isinya sedikit, semoga hampir sama seperti puisi yang sudah dikumpulkan untuk tugas pelajaran bahasa indonesia saat itu. Kira-kira seperti ini puisinya :

“Wahai sore yang indah, merasakah iri engkau kepadaku sekarang. Karena aku sudah punya tempat baru yang nyaman. Aku juga sudah punya teman yang menyenangkan sekarang. Sekarang engkau mau apa lagi wahai sore yang indah ? oh iya engkau akan berganti dengan malam yang tak kalah indah pula.”
 --- Tb. Agra Al- bantani ---
 
Ocit