Wednesday, 20 May 2015

Lusi Si Ilusiana Sampai Ke Singapore

Alam raya pun ikut membantu begitulah menurutku yang sangat senang ketika salah satu dosen di kampus, sekaligus pembimbing skripsi, guru, sahabat yaitu Bapak +Ega Jalaludin., SH., MM memberi dukungan kecil yang sangat berharga nilainya kepada karya pertama gue Lusi Si Ilusiana dalam bentuk pujian sekaligus tawaran mempromosikan novel ini ke Singapora. Iya betul, Lusi go to Singapore. Yeah...

LUSI DI UNIVERSAL STUDIO SINGAPORE

Sunday, 10 May 2015

Shopious Masuk Karung Goni

Zaman sekarang nih yah, udah banyak banget online shop yang mengeluh mengapa terjadi penurunan penjualan di dunia online, terlebih untuk saat-saat ini dibandingkan dengan waktu lalu pas masih awal booming trend jual-beli seperti ini. Begitupun bagi para konsumen yang terbiasa membeli barang di situs jual beli online makin hari makin banyak keluhannya.

Enaknya jualan online itu kita bisa menghasilkan uang cukup dari rumah saja, semakin banyak kita menyimpan kontak penjual online juga enak loh... kita bisa setiap hari dipanggil Sist, Gan atau Kakak. “Silahkan Sist dicek Display Picturenya.” Padahal gue jelas-jelas cowo malah dipanggil Sist.

“Waktu tahun lalu penjualan celana dalam saya meningkat banget, tapi setelah semua ikut jualan online malah jadi turun hingga sekarang” Curhat salah satu pelaku online shop.

“Ah, dasar penjual laknat, masa gue pesen kemeja warna hitam, eh yang dikirim daster bunga-bunga.” Curhat salah satu pembeli online shop yang merasa tertipu.

Dan faktanya hampir semua online shop mengalaminya, baik pemain baru ataupun pemain lama. Ada produk yang tidak laku karena market “Rio Febrian alias Jenuh” dapet Broadcast Message setiap pagi, ada yang kembang-kempis kaya hidung Onta karena belum tahu cara memasarkan produk online shop-nya secara baik dan benar, ada juga yang akhirnya berhenti berjualan online karena bingung ingin memulai dari mana lagi, modal paket perbulan 100 Ribu closhingnya cuma 50 Ribu akhirnya jual handphone buat nutupin hutang. Apes.

Tapi sayangnya hal ini tidak membuat para pemain online shop yang memakai media lain seperti instagram yang sudah mempersiapkan strategi jualan nya agar omset penjualan nya bisa naik, dan hebatnya lagi kita bisa memakai strategi ini yang sudah dipersiapkan semenjak awal bermain instagram, sampai instagram para online shop bisa teroptimasi dengan baik. 

Loh Bejimane Caranya. Mau tahu?

Dari buku atau e-book JAGO JUALAN DI INSTAGRAM karya BAM (Bisnis Anak Muda) yang gue dapet di situs Yukbisnis... Cara yang mereka tunjukkan dan mereka lakukan di buku yang saya baca ini adalah dengan membuat si calon konsumen menjadi seorang pelanggan yang sangat setia, ditambah lagi kita bisa mengajak si konsumen untuk bergabung menjadi reseller produk, mencari supplier yang tepat di Instagram, bertemu dengan mitra dan bergabung ke dalam komunitas di Instagram yang membantu para olshop baru yang memulai usahanya untuk bisa maju dan semua cara yang disebut Bisnis Anak Muda ringkas menjadi sebuah buku yang muncul karena permintaan online shop /pebisnis yang ingin go online di Instagram. Pokoknya buat lo yang mengalami penurunan penjualan dan buat lo yang mau mulai jualan di media Instagram e-book ini cocok banget deh. 

Ditambah lagi setelah udeh dapet ilmunya seperti diatas tadi, kalau masih ribet ada cara gampang buat. Apa itu? lo juga bisa langsung mencoba Shopious. Apa itu Shopious? Yaitu salah satu produk dari PT Shopious Indonesia. Adalah sebuah start-up yang bergerak di bidang teknologi dan mengoperasikan Shopious.com, sebuah media iklan toko online yang berfokus pada fashion dan beauty. Beuh mantep kan tuh semacem yellow pages online shop gitu. Selain bisa buka lapak disini lo juga bisa beli barang yang kaga pake ribet.


Tinggal Klik foto barang atau nama toko untuk membuka halaman barang atau toko. Terus hubungi Tokonya langsung melalui nomor kontak yang tertera dekat nama penjual. Tapi inget yah Shopious hanya mengiklankan dan tidak memegang stok barang.

Saturday, 7 February 2015

Naskah Novel 4 (Empat) Titik (.)

Tempat ini sungguh teramat gelap sampai tak terlihat bias cahaya dari genangan air, jalannya juga sempit membuat sesak nafasku melewatinya. Dengan sisa nafas yang habis karena berlari dari ujung jalan menghindari sosok menakutkan yang tiba-tiba hendak menerkamku buas saat tadi duduk sendiri di taman kosong yang berjarak sekitar 10km dari kampusku.
            Tujuanku duduk menyendiri di taman itu tidak lebih hanyalah untuk merenungi beberapa kesalahan yang telah aku buat. Dimana kata maaf tidak cukup lagi menebus kesalahan itu, ditempat itu aku terus menyesali perbuatanku ini. Andai ada kata yang bermakna lebih diatas kata ma’af. Tapi ah, semua itu semakin sulit kutemukan dalam kondisi seperti ini dan membuat diriku merasa berada dideretan daftar 7 orang paling berdosa versi On The Crot.
        “Kau harus mati... kau harus mati...” Teriak sosok itu sambil mengejarku, mengacungkan sebilah potongan kayu tajam yang siap menghujam di tubuhku.
            “Siapa kau ini?” Tanyaku yang merasa ada sedikit rasa takut dan penasaran.
            “Aku adalah dosamu.” Jawab sosok itu dengan menatap bengis.
            Belum sempat aku memperhatikan dan tau jelas siapa sebenarnya dia. Yang aku lakukan hanya terus berlari menjahuinya. Kami jadi saling berkejaran ditengah dinginnya malam, tak mampu aku berteriak meminta tolong. Lagipula jalanan ini mulai sepi, siapa yang perduli dan siapa yang bisa dengar.
            Andai saja tubuhku lebih kuat dan lebih kekar dibanding sosok yang mengaku dosaku itu, sudah kulawan dia, akan kuhabisi nyawanya seperti tragedi kematian ayam peliharaan keluarga Pak Broto yang kulenyapkan siang tadi.
            Pak Broto adalah ayah dari kekasihku, tepatnya mantan kekasihku Nurmala. Hewan kesayanagan keluarganya habis ditangan orang-orang suruhanku siang tadi. Tak usah lagi kau menanyakan dosa apa yang kurenungi di taman tadi. Karena inilah jawabannya, aku seorang pembunuh.
            Satu isi kandang hewan peliharaan keluarga Broto mati dengan cara yang tragis, pembantaian masal yang tersusun rapih tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Hal itu aku lakukan atas dasar cemburu, patah hati dan dendam. Bukan atas dasar suka sama suka.
            “Nurmala sudah aku jodohkan.” Kata Pak Broto saat itu “dengan pengusaha muda asal Medan yang lebih jelas masa depannya dibandingkan dengan Mahasiswa nakal begajulan sepertimu.” Itulah yang membuatku menjadi dendam dengan keluarga ini. Aku merasa dihina walau hakikatnya diriku ini memang tercipta dari air hina.
            “Tapi Pak Broto, aku sangat sayang dengan Nurmala.” Sangkalku yang meyakinkan Pak Broto.
          “Rasa sayang itu tidak cukup untuk menjamin kehidupan masa depan anakku.” Jawab Pak Broto yang semakin kesal, “Pergilah, jauhi anakku mulai sekarang.” Usirnya saat itu. Ditambah lagi ucapan yang samar aku dengar setelah beranjak pergi keluar “memangnya cukup anakku ini kau beri makan cinta”.
            Nurmala sebagai kekasih juga saat itu lebih memilih menuruti kemauan orang tuanya, hubungan yang aku dan dia jalani selama 2tahun harus kandas begitu saja menyisakan luka yang sangat mendalam. Menimbulkan titik-titik perasaan tidak terima dengan keadaan ini yang lalu terangkai semakin jelas menjadi kebencian.
***
Ditengah pengejaran sosok itu keadaanku semakin terjepit, kini aku berada dijalan buntu ujung gang lembab dan gelap. Semakin terpojok dan sudah tidak bisa lagi lari atau berbalik arah.
            “Hahaha... mau kemana lagi kau? Serahkan saja nyawamu.” Geram sosok itu. Matanya tampak berukuran besar, entah tandanya dia sangat marah atau mungkin bola matanya hampir lepas, aku tak perduli.
            Kuhilangakan rasa takut ini, sudah tak berguna lagi terus berlari menghindarinya. Akan kulawan saja sosok menyeramkan itu, sebagai orang yang sudah terlanjur dicap sebagai pembunuh sebaiknya melakukan hal ini lagi untuk menyelamatkan hidupku.
            “Kamu yang akan mati orang aneh.” Kataku lantang yang sekarang mulai berani melawannya.
            “Hahaha... dosamu tak akan pernah mati anak muda, kecuali dengan bertaubat. Maka bertaubatlah kau segera anak muda.”
            Aku berkata seraya menyerangnya dengan pukulan “Banyak bicara kau orang aneh...” namun sosok itu tak bergeming sama sekali, pukulanku bertubu-tubi kearahnya tak membuat tubuhnya bergeser sedikitpun, kuat sekali dia.
            “Pukul sepuasmu diarah yang kamu mau anak muda, aku dosamu yang besar dan kuat sesuai apa yang telah kamu kerjakan semasa hidupmu.”
            “Lalu apa sebenarnya mau kau orang aneh.” Tanyaku yang semakin kesal oleh gelak tawa hina sosok tersebut.
            Lalu dia menghentikan tawanya dan menatapku lebih tajam dari sebelumnya, kini aku bisa melihat jelas wajahnya yang ternyata mirip sekali denganku, hanya saja dia tampak lebih hitam dan kelam. Dari tangan kirinya dia mengeluarkan paku berkarat yang panas, lalu menusukkan dengan paksa dibagian lengan kiriku sebanyak 4 kali tusukan.
            “Ini untuk dosa pertamamu.” Itu tusukan pertama yang dibuat sosok itu.
            “Argh...” Aku teriak kesakitan.
            “Dan ini untuk dosamu yang ke dua.” Lalu tusukan ketiga, keempat sesuai dengan dosa besar yang dia sebutkan. Hal itu membuatku merasakan sakit yang teramat perih. Darah segar mengucur dari 4 lubang bekas luka paku itu. Sosok itu pun menghilang tidak jelas ke arah mana meninggalkanku yang tersungkur ditanah lembab ujung gang sempit itu sendiri.
            Sakit sekali rasanya, aku merasa lengan kiri ini mati rasa.
***
Hah... aku terbangun jam 3pagi dengan penuh keringat ketakutan. Mimpi apa tadi itu, sangatlah menakutkan penuh darah dan dendam. Ini akibatnya jika tidur tanpa mengambil wudhu dan berdo’a terlebih dahulu mengikuti sunah Rosul. Akhirnya diberikan mimpi yang aneh seperti ini.
            Sedikit melamun beberapa menit untuk mencoba merangkai ingatan akan mimpi aneh tadi. Apa benar aku ini sudah melakukan dosa besar, jangankan membunuh hewan peliharaan Pak Broto dan keluarganya, menginjak semut saja aku tak tega. Mungkin ini adalah peringatan bagiku untuk terus waspada dan menjauhi segala perbuatan dosa.
            Daripada terus mencoba menafsirkan mimpi itu lebih baik aku bergegas mengambil air wudhu untuk melakukan solat malam. Disetiap malam yang sepi banyak sekali orang yang rutin menggunakan moment ini untuk menundukan kesombongan kepada Sang Maha Kuasa.
            Tapi sebentar, luka apa ini? Kutemukan ada bekas luka dilengan kiriku saat menggulung piyama sebelum mengambil air wudhu, bekas lukanya berjumlah 4 (empat) titik hampir sama letak dan bentuknya juga mirip sekali dengan tusukan sosok aneh yang ada dimimpiku tadi. Pertanda apa ini Tuhan? Jujur malam ini aku sangat bingung dan pasrah akan semua kehendak yang engkau berikan kepadaku.
            Jika ini benar pertanda sebuah dosa besar yang pernah aku alami baik yang sadar atau yang tidak, baik yang kulakukan secara tersembunyi atau terang-terangan, baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja, terimalah sujud hambamu ini dalam sepertiga malamnya memohon segala ampunan.
***
Ini pagi yang baru, dimana aku sekarang berangkat kuliah dengan tampilan yang tak seperti biasanya yaitu sudah tidak lagi memakai t-shirt lengan pendek berwarna hitam kesukaanku. Kali ini, aku mulai memakai kemeja lengan panjang yang dapat menutupi tanda 4(empat) titik aneh ditangan kiriku.
            “Wes... ada rockstart tobat nih gak pakai kaos metal lagi.” Sapa Prasetya sahabat kuliahku yang juga seorang anak band.
            “Hehehe, Iya nih lagi pengen berpenampilan rapih.” Jawabku yang menyembunyikan sesuatu yang belum bisa aku jelaskan sekarang kepadanya.
            “Besok jadi yah hadir di lounching album pertama band gue, jangan lupa jam 8malam di Gor Sultan Ageng Tirtayasa Serang.”
            Aku baru ingat setelah Prasetya mengatakan hal tersebut, nanti malam ada lounching band bergenre black metal yang sudah digawanginya selama 4tahun. Mau tak mau aku harus datang menghadirinya, karena tidak enak jika mangkir hadir dalam acara itu. Pras juga seorang musisi lokal yang mempengaruhi pengetahuanku tentang musik indie Serang Banten.
            Sebelum aku mengenal Pras, pengetahuanku tentang Serang Banten dan atmosfer musik disini sangatlah minim. Pras yang banyak bercerita tentang ini itu dari mulai sejarah masuknya musik metal di Serang Banten sampai gaya hidup musisi metal pada umumnya.
Padaku saat perjumpaan awal dengan Pras dia bercerita tentang Black metal yang diawali oleh band Venom pada tahun 1982 lewat album berjudul Black Metal, lalu diikuti oleh band-band seperti Bathory, Mayhem, Mercyfull Fate, Hellhammer/Celtic Frost. Semua band ini dipengaruhi Venom. Band Black metal masih cenderung bermain Thrash metal. Pada awal 80an sampai 90an, Black metal sangat berkembang di daerah Skandinavia oleh band di atas tadi. Jenis musik metal ini juga termasuk jenis metal underground. Black metal mempunyai Sub-genre bernama NSBM, Black metal Neo-Nazi, dua komunitas tersebut termasuk yang berpengaruh di komunitas Underground. Sebuah sejarah yang sangat panjang hingga akhirnya musik ini digandrungi para pemuda dan pemudi Serang Banten.
Aku pernah baca disebuah situs konterkultur.com mengenai aliran musik ini, setelah 20 tahunan lebih sejak kemunculan aliran Black Metal yang identik dengan penghinaan terhadap agama Kristen, ketidakjelasan konsep trinitas, maupun konsep anak tuhan ala Yahudi, kini akhirnya muncul juga band Black Metal yang mengarahkan moncong penghinaannya kepada agama Islam.
Seperti penghinaan yang dilakukan oleh WEAPON, sebuah band black metal asal Kanada, melalui lagunya berjudul “Remnants of a Burnt Mosque”. Lirik lagunya mengatakan demikian:
“Sudahkah melihat tengkorak-tengkorak di danau Leviathan? Merah saga milik umat muslim dibakar! Disaat Mohammad menangisi (seperti parasit yang rusak), (dan) hanya kematian. Membisikkan Allahu akbar. Dari sisa-sisa dari masjid yang terbakar ini. Sekumpulan wanita terangsang untuk kemuliaan malaikat maut.”
WEAPON dibentuk oleh Vetis Monarch pada awal 2003. Mereka sempat masuk label terkenal dikalangan metal, RELAPSE RECORDS pada 2011 dan merilis debut album dibawah label itu.
Penghinaan yang dilakukan oleh band-band black metal semacam WEAPON ini memang sudah bukan hal aneh di Barat. Karena jumlah orang yang menganut atheisme disana sangatlah tinggi. Menurut riset, ada 20% penduduk Amerika adalah atheis. Sedangkan di Perancis, Finland dan Swedia bisa mencapai 25-40%. Maka dari itu jika di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama ternyata bermunculan penganut aliran musik black metal yang anti-Tuhan seperti ini kan konyol? Jangan-jangan mereka salah pilih negara untuk tempat tinggal.
Aku jadi bingung apakah harus datang ke acara Pras nanti malam atau memilih tidur saja di rumah, lalu memberikan alasan yang bisa membuatnya mengerti. Semakin berusaha untuk berbohong dengan Pras menjadikan aku semakin ingat dengan dosa dan tentunya sosok menyeramkan yang ada di mimpiku semalam.
Haruskah aku mengatakan hal sesungguhnya kepada Pras, bahwa aliran musik yang sekarang ditekuninya itu sangat berpotensi membawanya kepada gerbang kesesatan, menjauhi Tuhan dan merusak moralnya. Bukankah dengan membujuk Pras untuk keluar dari musik black metal adalah salah satu bentuk keabaikan, setidaknya dengan lebih banyak berbuat baik aku jadi memiliki kesempatan untuk menghapus dosa seperti apa yang dikatakan sosok aneh dalam mimpiku itu.
“Insya Alloh, Pras nanti diusahakan datang.”
“Ok, ditunggu yah Bro.” Pras pun pamit pergi, sepertinya akan mempersiapkan segalanya untuk nanti malam. Meninggalkan aku yang sekarang harus mengikuti mata kuliah pagi ini.
Kamu tau apa yang aku rasakan. Iya aku semakin bingung.
                                                                                ***

Naskah ini entah akan jadi buku atau e-book ke-2. Tunggu saja.

Friday, 30 January 2015

Selfie Bareng Lusi Berhadiah

Salam Ter-Karung...
Kali ini gue punya kuis seru banget buat lo semua nih, khususnya yang sudah mau membeli e-book novel gue LUSI SI ILUSIANA, dan pastinya hadiahnya SERUUUU juga...

Buat sebuah penghargaan bagi lo semua yang ngaku narsis dan suka banget nge Selfie alias Self Potrait, artinya foto narsis yang di ambil oleh diri sendiri, langsung aja ikutan kontes foto gue di twitter :)

Caranya gampang banget kok! gak pake ribet dan gak pake saos.

Caranya :

1. WAJIB Beli E-book gue DISINI
2. Follow dulu akun twitter gue @SiKarungGoni (https://twitter.com/SiKarungGoni)
3. Foto selfie dulu pake hape lo, hape temen atau hape tetanga. Usahakan fotonya se narsis, unik, beda dan ekstrim mungkin
4. Upload / twitpic foto selfie kamu tadi di twitter dan mention @SiKarungGoni , jangan lupa wajib sertakan Hashtag #SelfieBarengLusi
5. Setiap peserta boleh mengupload fotonya lebih dari sekali, namun harus dengan foto yang beda-beda.

Contoh foto selfie dari beberapa teman yang sudah membaca E-book Gue:
#SelfieBarengLusi +tika oktovs Iya ini bikin susah tidur. Biasa aja dong liatnya

@SiKarungGoni - Penulis E-book Lusi Si Ilusiana
#SelfieBarengLusi @Yandhirama - Blogger http://ceritayandi.blogspot.com/
@Lizha - Pegawai Dishub Serang Banten

 Yang ini Lupa namanya siapa ? Hahaha

Toni Ibrohim Perawat RSUD Serang Banten


Rangga Marketing Eksekutif Suzuki Mobil

Nci Cally with Naura juga ikutan nih. :)

Sunday, 18 January 2015

Serang Banten 1997




Sebelumnya aku tinggal lama di Kota Tangerang, sampai lulus SD dan melanjutkan sekolah menengah pertama di Serang Banten, tak tahu persis mengapa harus pindah, yang jelas pandanganku waktu itu kondisi keluarga sudah tak sanggup lagi untuk memaksakan hidup di Kota.
“Agra inilah Serang Banten, tempat kelahiran Ibu dan tempat baru untuk memulai kehidupan baru kita.”
Itulah kalimat pertama yang Ibuku ucapkan untuk meyakinkan semuanya akan baik-baik saja, bahkan lebih baik dari kehidupan dahulu di kota.
Ayahku tak bisa menolak keputusan Ibu untuk pindah saat itu, karena di Tangerang sudah tidak bisa bekerja lagi, aku ingat semua karena beberapa masalah, sama seperti yang dialami para buruh di perusahaan yang mulai turun volume penjualan dan produksinya.
“Kita bangun usaha baru kita yang mandiri dari nol disini.”
Itulah ucapan singkat dari seorang Bapak yang pendiam perangainya. Mungkin lebih baik aku diam juga untuk membuat semuanya tak menjadi persoalan yang sangat besar dalam kehidupan keluargaku.
Kulihat Serang Banten waktu itu, waktu tahun 1997 dengan kondisi yang masih terbelakang sekali. Belum ada otonomi daerah seperti sekarang sehingga untuk perbaikan jalan saja terlihat lambat menunggu keputusan dari pemerintahan pusat. Jalan yang penuh lubang dan bebatuan tak rata memberi guncangan saat perjalanan kami.
Hamparan sawah hijau nan luas dikanan dan kiri jalan, sungai-sungai mendampingi mengalir deras, hewan-hewan yang belum pernah aku temui wujud aslinya tersaji kini dikedua mataku.
Semuanya jauh berbeda, tak ada lagi sungai kotor penuh limbah industri, tak mungkin lagi harus membayar biaya sewa kolam renang disini mandi di sungai semaunya sepuasnya dan tak perlu lagi bersaing dengan anak-anak sekitar perihal mainan baru yang diberikan orang tua seperti di Tangerang. Inilah Serang yang damai.
Nikmat harus dinikmati perjalan kepindahan ini. Jika orang-orang berbondong dari desa ke kota, aku melakukan hal sebaliknya, meninggalkan hiruk pikuk kota untuk mencari kedamaian di desa.
“Kamu nanti Ibu kenalkan dengan Lusi yah.”
“Siapa itu Lusi?”
“Teman kamu bermain nanti dan sekolah juga, dia seumuran denganmu.”
“Tapi Bu,,, Agra sepertinya lebih suka....”
“Hustt... sudahlah pokoknya lihat nanti.”
Tampaknya Ibu masih melihat guratan kecewa diwajahku, ada sinar ketakutan yang mungkin jelas nampak, takut tidak punya teman, tidak bisa bermain ditempat baru atau takut tinggal di desa.
Entah siapa Lusi dan seperti apa wujudnya, yang aku mau sekarang adalah cepat sampai dan beristirahat di rumah, yang baru.

Tuesday, 13 January 2015

Manfaat dari Target Jangka Pendek



Target Pendek Untuk Target Panjang (sumber: http://coloradotriathlete.com/goal-setting-guidelines-for-the-new-season/)

 Halo teman Ter-Karung... Semoga lo semua tidak pernah bosan ketika gue menyapa kalian diawal postingan ini. Lebih baik Ter-Karung dari pada Ter-Katung-katung perasaannya oleh orang yang disayangi. Iya kan ? udah deh bilang iya aja biar gue gak perlu lagi pasang kuda-kuda sambil nahan nafas buat KAMEHAMEHA lo dari sini.
         Udah mau pertengahan bulan diawal tahun baru ini, ih gak kerasa banget yah cepet banget deh waktu ini berputar jadi pengen balik lagi deh sama mantan gue Chelsea Islan. Yang jadi pertanyaan bukan apakah benar Chelsea Islan itu mantan gue, tapi  serius nih nanya apa sudah ada titik terang dari Resolusi yang lo buat di awal tahun ? Nah lo, kalau belum nemu titik terang jangan coba-coba ngedeketin Titik Kamal takut di kepret Om C Sugiono.
          Bukan maksud gue menyangka teman Ter-Karung semua sebagai orang yang kuat diawal tapi letoy ditengah jalan yah. Tapi, coba deh renungin sejenak, oke renungkan yah pelan-pelan, terus renungkan dan mulai pejamkan mata secara perlahan, nah begitu terus ambil nafas dari telinga buang lewat Bekasi, terus... Nah gimana ? gelap kan ?

Tuesday, 6 January 2015

Mengevaluasi Sebuah Tulisan

Evaluasi dalam menulis, itu yang akan gue bahas pada postingan hari ini. Seorang Blogger, Penulis, atau kegiatan yang berkaitan dengan itu semua, baik yang pemula maupun yang udeh khatam (senior) harusnya sering melakukan evaluasi terhadap hasil tulisan yang kita buat sendiri sebelumnya.

Hal ini terhitung sangat penting untuk dilakukan. Kenapa ? Hal ini bermanfaat ketika kita, poastinya sebagai manusia pastinya kita semua pernah mengalami kesalahan dalam menulis baik berupa EYD, pengejaan kata yang salah, penulisan angka dan huruf yang salah, hingga pembuatan tulisan dengan gaya bahasa yang salah.

Gue termasuk salah satu orang yang terburu-buru untuk memposting tulisan, alhasil setelah gue baca ulang beberapa tulisan yang pernah gue post, keliatan deh ancurnya.

Malam ini gue buka lagi postinganlama, lalu membaca ulang, menandai kesalahan yang ada dalam tulisan tersebut dan melakukan perbakan semampu gue. Hal itu gue lakukan sebagai bentuk latihan dan  melihat seberapa besar perubahan gaya atau kemampuan gue dalam menulis. Ada perubahan atau emang mentok gitu-gitu aja.

Ok, berikut gue mau ngasih contohnya disalah satu cerpen yang pernah gue post beberapa tahun lalu judulnya "Cinta Karung Permen" jelas sekali setelah dibaca ulang terdapat banyak kesalahan dan kualitas yang rendah. Setelah dilakukan evaluasi cerpen tersebut mengalami beberapa perubahan sebagai berikut :

Saturday, 3 January 2015

Mahasiswa Senior Menasehati Juniornya

Cerita ini terjadi 4 bulan lalu ketika gue masuk di salah satu ruangan tepatnya di gedung baru lantai 3 untuk mengikuti Mata Kuliah Pengantar Akuntansi II. Mata kuliah ini gue ambil ulang karena pada semester II lalu gue gak lulus mata kuliah ini. Mau tidak mau gue harus ambil MK ini demi kelangsungan hidup gue sebagai mahasiswa.

Klo gue gak ngambil MK ini lagi, kemungkinan besar gue gagal wisuda tahun ini dan harus mengulang di tahun depan.
Jangan dahulu lo menyangka gue goblog sampai disini karena gak lulus MK Akuntansi, gue gak lulus bukan karena goblog atau bukan juga karena malas dan bodoh, tapi karena gue gak faham sama sekali sama Akuntansi. Oke silahkan lo bisa bilang goblog sekarang.

Friday, 26 December 2014

Apa Kabar Target 2014 Bagaimana Tahun 2015

Udah mau habis aja nih tahun 2014, padahal masih banyak banget yang belum gue raih di tahun ini. Daftar cita-cita , harapan dan target yang gue buat tahun ini sepertinya masih akan sama nasibnya dengan tahun 2013 kemarin. Iya, hanya jadi sebuah target yang jauh dari pencapaian. Kasihan yah mereka selalu diperlakukan seperti itu setiap tahunnya.
            Tapi di tahun ini gue harus menghargai usaha yang sudah gue lakukan, setidaknya bisa untuk menghibur diri dan memberikan efek positif untuk siap menyongsong tahun 2015 yang lebih baik.

“Apa harapan dan target lo di tahun ini yang sudah tercapai ?”

            Pertanyaan itu yang selalu gue tanyakan pada diri sendiri dan kepada beberapa teman dekat gue. Pernah juga gue tanyakan kepada Tesya adik gue, berhubung dia belum terlalu mengerti, dia hanya bisa jawab “udah hafal lirik lagu CJR dong Bang, udah bisa naik kelas dong Bang...” oke siip itulah Tesya si budak lieur.
Dan jawaban gue sendiri atas pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :
      
      1.      Lulus Kuliah
Bahagia gue bisa lulus tepat pada waktunya, dengan perjuangan mencari biaya kuliah sendiri sampai memperjuangkan nilai-nilai yang tidak lulus “D” menjadi cukup “C”. Skripsi yang kelar dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya dan dikerjakan secara giat setiap malemnya, semua itu harapan gue ditahun 2013 dan tercapai ditahun ini. Thanks dosen pembimbing yang sabar membimbing. IPK mah gak perlu tinggi, nanti jadi beban da pertanyaan masyarakat, yang penting cukup aja sebagai keriteria kelulusan.

      2.      Punya Pacar
Yang ini semoga kalian percaya, dan semoga pacar gue sekarang masih khilaf sampai tahun depan. Buat gue ini juga harapan, gue gak tahan sendirian menjalani hidup ini, gue butuh teman berbagi dan bercerita. Untungnya pacar gue sekarang datang diwaktu yang sangat tepat, dimana gue butuh seseorang yang setiap pagi bangunin tidur. Walau dia gagal terus bangunin gue tidur lewat telepon, setidaknya dia berhasil membangunkan bagian tubuh lain. Alah ngawur. Pacaran mah gak boleh ih haram hukumnya langsung nikah aja, itu yang gue ucapkan waktu masih jomblo.

      3.      Blog Gue
Ini yang gue fokusin setiap hari, dari awal pembuatan sampai sekarang ketika lo ketik di google “Dani Maulana” yang muncul pertama kali adalah blog gue danimaulana.com Opini Si Karung Goni. Barusan udah gue perpanjang lagi domain .comsampai akhir 2015 sebagai bukti gue kan lebih serius ngurus blog ini. Inget waktu tahun lalu blog ini masih sepi banget, boro-boro follower, yang berkunjung dan berkomentar aja gak ada. Sekarang juga masih sepi sih, tapi setidaknya sudah ada kalian teman-teman dan saudaraku yang sudah mau-maunya baca, komentar dan follow. Thanks. 

      4.      Nulis Buku

Ini yang harapan dan prestasi gue yang paling bikin gue merasa sudah melewati 2014 secara indah. Lusi Si Ilusiana novel pertama gue udah jadi, sekarang udah masuk proses proofreader tapi belum ada kabar, katanya masih proses, tadinya mau gue terbitin lewat penerbit indie untuk menutup akhir tahun ini. Tapi sepertinya mundur sampai tahun depan.Tapi udah ada beberapa tman yang dapet Ebooknya via email, itu pemanasan sebelum terbit, atau bisa juga tanda-tanda novel ini gagal terbit. hahaha.

            Segini aja lah, yang lain-lain gue gak sertain, takut dibilang pamer atau membanggakan diri, padahal jauh dari fikiran tersebut. Yang gue maksud hanya berbagi dan berbagi kepada kalian perihal pencapai 2014 ini.
Gue juga sering buat target dan harapan-harapn kecil menjelang pergantian tahun, yang sekiranya mudah aja gue wujudkan. Ternyata hal itu juga berguna, gak percaya coba aja deh.
             Masih banyak yang harus diraih dan masih banyak mimpi yang ingin digapai ditahu 2015 nanti. Yang penting bagi gue bukan pencapaian melainkan prosesnya yang mendeasakan dan menguatkan.
            Klo buat teman pembaca “Apa harapan dan target lo di tahun ini yang sudah tercapai ?” dan “Apa harapan lo ditahun 2015 ?” share yah di kotak koment. Mari kita ganti kalender diruang tamu dengan menandai tanggal merahnya dan jangan lupa memmandangi indahnya para model kalender. Sampai jumpa di tahun 2015 kawan.

Sunday, 9 November 2014

Pahlawan Cinta



Gue harus menuliskan ini sekarang, sebelum semuanya benar-benar akan terlupakan, sebelum rasa sakitnya hilang karena waktu dan terbiasa. Entah mulai darimana yang jelas ada sesuatu yang berakhir hari ini. Tepatnya terpaksa harus diakhiri.

Menyalahkan diri masing-masing itulah sekarang kiranya, merasa diri kita yang paling salah juga sudah, merasa paling sakit silahkan saja, urusan perasaan itulah urusanku sendiri, sedih ataupun senang tak ada yang perlu tau dan apabila engkau yang dimaksud ingin lebih melihat sebuah kekecewaan, jangan pernah berharap banyak karena tak mungkin.

Ini pilihan untuk membuka hati dan menuangkan perasaan, resikonya tentu rasa sakit karena keadaan tak sesuai harapan, jika engkau tak bisa memilih harusnya dari awal tak usah memaksa masuk, jika tak bisa perjuangkan seharusnya dari awal jangan menuntut ini dan itu dari gue.

Jika hari ini bentuk penghianatan, cara engkau mencundangi, atau yang engkau katakan pilihan hidup yang sulit. Gue gak perduli, yang pasti ini sejarah.

Seorang anak tak bisa menentang kehendak orang tuanya, tetapi gue juga seorang anak, buktinya masih bisa memilih sendiri pakaian apa yang ingin dikenakan, jika dipaksa memakai tentu tak nyaman, orang tua tak pernah salah, tapi anak punya hak untuk memilih pakaian mana yang ingin dia pakai. Kecuali anak itu idiot tanpa pemikiran normal.
Bukanlah membenci apalagi tertawa, hanya ingin terbang bebas, meninggalkan engkau bahagia, gue sejak awal terbiasa sendiri dan tak akan gundah jika akan sendiri lagi. Karena bagi gue kesendirian adalah keabadian. Dilahirkan sendiri dan nanti dipendam pun sendiri.

Terimakasih atas ceritamu yang menjadi ceritaku, warna hidup yang indah selama ini, terimakasih juga engkau pernah mau.

Jangan mengaku engkau paling salah, karena jika gue salah pasti juga tak mau ngaku salah. Itulah manusia selalu merasa paling sempurna ditengah banyak kekurangannya.

Jika kalian atau engkau melihat gue masih bisa tegar, masih bisa rela, tertawa, bercanda dan tersenyum sampai sekarang. Itu semua bukan karena gue hebat dan gue sempurna. Tapi karena gue pahlawan cinta yang siap memperjuangkan cintanya dengan senjata dan caranya, siap sakit siap mati siap terluka.

Dan ingat, tak pernah ada dendam sedikit pun. Membuktikan bahwa engkau akan menyesal pun tak terniat sedikit pun, biar kan semuanya berjalan sesuai rencananya, sampai nanti gue sadar bahwa betapa indahnya rasa sakit, betapa perlunya rasa sakit, dan betapa butuhnya gue akan rasa sakit.

Rangkaian kata dan kalimat ini tak akan mampu mengembalikan semua, setidaknya mengantarkan kepada titik nol perjuangan pahlawan cinta ke medan perang berikutnya. Selamat berbahagia engkau disana. Jika cinta itu indah inilah saatnya yang tepat untuk membuktikan semua itu, karena kejadian ini mengikis kepercayaan atas semua itu.


--- Pahlawan Cinta ---

Thursday, 6 November 2014

Ada Apa Pagi Ini

Ada apa pagi ini ? oh ada kopi yang gagal terseduh karena air panisnya habis, pas mau masak air eh gasnya abis, mau pake kompor minyak terlalu ribet, masa mau ngopi aja harus bikin tambang minyak. Ini pagi sudah butuh perjuangan apalagi nanti siang apalagi nanti sore apalagi nanti malam. Semua harus diperjuangkan, diusahakan biar bisa terwujud.

Kamu jangan seperti Media Sosial, harus dihindari tapi bermanfaat bagi beberapa orang. Dampaknya besar tapi bisa menyeret hal-hal kecil. Ada keadilan kah didalamnya ? Aku rasa tidak. Butuh bukti akan itu semua, lihatlah follower member idol group, jauh lebih banyak dibanding followermu, padahal mereka cuma posting foto, kamu walaupun posting jurnal setiap hari gak ada pengaruh apa-apa.

Semua orang ingin menjadi lucu, tanpa mau melihat sebenarnya pantas atau tidak dirinya melucu, cara yang jauh dari kewajaran dilakukan seperti menghina, menghasut, menyebarkan berita bohong dan membuat kalimat bodoh dengan harapan ditertawakan dan memperoleh predikat lucu.

Ini ko tulisannya jadi serius yah ? yaudah atuh ini mah ngalir aja, gak ada niat biar dibilang keren, mungkin klo dipaksakan agar dibilang keren nantinya selesai sampai disini. Lanjut

Ada sang istri yang selalu ingin  cantik, terlihat menarik, dan akhirnya didukung oleh suaminya. Sang istri senang hati, merasa diperhatikan seutuhnya, merasa diperdulikan adanya, tapi di istri tidak mengetahui betapa tidak inginnya sang suami dilecehkan didepankawan-kawannya karena memiliki istri yang tak cantik. Tidak ada yang salah memang, istri yang membanggakan suaminya adalah istri yang terbaik, begitupun suami yang membanggakan istrinya. Tetapi karena itu semua kamu akan menghilangkan kata KURANG dalam kehidupan sehari-hari.

Dilema terjadi ketika pemudayang baru lulus sekolah menengah atas, sekolah menengah umum juga, dan sekolah menengah jurusan. Dia ingin melanjutkan ke sekolah tinggi gak ada biaya, mau kerja susah, susahnyari kerjanya, susah ngurus masalah administrasinya dan akhirnya sama susah seperti manusiayang bangun pagi dan ingin ngopi tapi air panasnya habis. Tetap harus diperjuagkan dantetap harus diusahakan.

Lain lagi dengan Dul anaknya Ahmad Dhani, yang sekarang sudah sembuh dan bisa ngeband lagi, lagi sibuk biar mirip Almarhum Kurt Cobain - Nirvana. Suaranya juga mulai mirip, serak-serak Dewi Persik. Tapi keren lah, selama ini belum banyak yang ingin seperti orang lain. Contohnya gue, belum mau seperti orang lain, karena diri sendiri lebih menyenangkan. MENJADI DIRI SENDIRI LEBIH MENYENANGKAN.

Kemana sih sebenarnya arah tulisan ini ? Lo masih nanya aja sih, namanya tulisan yah arahya dari kiri ke kanan. Terkecuali tulisan Arab, baru dari kanan ke kiri.Klo bingung bacanya noh ada tombol "X" dipojokan aplikasi browser tinggal klik aja. Rasa gak betah lo saat mau mengakhiri membaca tulisan lo sama aja dengan rasa gak betah gue yang udah mau cepet-cepet mengakhiri tulisan ini. Tapi ini ngakhirinnya bagaimana ?

Gak usah gitu ih, kaya orang yang khawatir BBM bakalan naik, silahkan dilanjutkan apa yang kamu bilang keinginan. Saya sudah melakukannya sekarang "Ingin Selesai Sampai Disini Dulu".

Monday, 3 November 2014

Siluman Hordeng

Aku adalah Siluman Hordeng kamu harus sadar itu. Jangan kecewa karena itu akan menyakiti dirimu sendiri. Masih belum percaya bahwa aku ini memang benar Siluman Hordeng ? ini lihat saja sendiri ...

Siluman Hordeng
Gimana sudah percaya ? waktu SMU aku pernah mengirimkan satu buku full 58 lembar halaman merk Sinar Dunia yang berisi Puisi kepada wanita yang sangat aku cintai, dan cintaku ditolak begitu saja secara mengenaskan, aku kira itu semua karena isi puisinya yang jelek, tapi ternyata setelah aku sadar, 1 halaman penuh buku berisi puisi tak berati apa-apa dibanding 1 halaman buku tabungan/deposito beserta isinya.

Friday, 31 October 2014

Ilusi Si Ilusiana Part 3 Jago Suit

Aku bisa menebak saat ini kamu pasti sedang tertawa. Seperti itu dulu yang aku hanya bisa lakukan saat Lusi mulai berilusi tentang Rumah Makan Pengemis Banten dan soal Bambu Runcing. Kalian bisa saja saling merindu, atas  tawa khas yang memecah sepi bagai merindukan pagi hari.

Dinginnya pagi berselimut kabut yang dulu ada di setiap awal hari Serang Banten menemaniku sampai ke sekolah. Ada PR pelajaran Fisika yang dikerjakan semalaman. Menyebabkan rasa kantuk sampai waktunya Pak Asep guru Fisika masuk kelas.

“Tanggal berapa sekarang?”
Suara Pak Asep memecah keheningan kelas setelah semua murid selesai membaca do’a dan mengucapkan salam.

"Tanggal 15 bulan Oktober 2007 Pak.”
Jawab serentak para murid.

“Oke, nomor absen 15, 10, 20 dan 7 Maju kedepan tuliskan jawaban PR minggu lalu.” 

Ini gaya khas Pak Asep mengajar. Gaya mengajar yang memaksa muridnya selalu siap dalam kondisi apapun dan tentunya siap juga menghafal urutan absen dan tanggal hari ini. Entah gaya ini masih dipakai sampai sekarang atau tidak, yang aku tau dengan begini setiap pertemuan dengan pelajaran Fisika semua murid harus siap.
 
Ternyata nomor absen 7 adalah nomor absenku. Ini sudah kuduga sebelumnya malam hari dirumah saat mengerjakan 3 soal Fisika tentang Teori Momentum.

Hati sedikit berdebar bukan karena sedang jatuh cinta tapi karena aku hanya menyelesaikan soal nomor 1 sampai 2 saja semalam. Ada satu soal ialah nomor 3 yang tidak selesai aku kerjakan mungkin sebab sangat sukar dipecahkan rumusnya. Dalam hati kecil aku berkata semoga saja aku tidak mendapat soal nomor 5.

Aku dan keempat murid yang disebutkan tadi nomor absennya maju dan bersiap menerima pembagian spidol dan nomor urut soal yang akan dikerjakan. Detik-detik  meneganggakan kamu bisa bayangkan saat itu, seperti detik-detik tendangan finalti di Final Piala Dunia. Semakin hening terasa kelas sampai aliran keringat yang jatuh ke lantai pun berbunyi nyaring. *Crek..crek...

“Kamu kerjakan soal nomor 1, kamu nomor 2, dan kamu nomor eee.. nomor 5.....” 

sesaat Pak Asep berhenti karena jumlah soal tidak sesuai dengan jumlah murid yang kebagian giliran maju. Ada 3 soal untuk 4 murid yang artinya ada satu murid dapat bebas kembali ketempat duduk.

Masalah ini diputuskan oleh Pak Asep yang menyuruh aku dan Lena SUIT menentukan siapa yang bebas kembali duduk dan siapa yang mengerjakan soal nomor 3. Inilah saatnya, jempol, telunjuk dan kelingking menyelamatkan nasib pemiliknya, nasib malu dan hukuman karena tidak sanggup mengerjakan PR Fisika.

Momentum SUIT ini berhasil memutar balikan kenangan saat  masih bersama Lusi di sekolah dasar. Lusi itu jago SUIT, aku pun heran bagaimana bisa Lusi selalu melatih ketangkasan ketika adu SUIT. Sempat terfikirkan Lusi itu Dewa SUIT yang diturunkan khusus ke Bumi untuk mengajariku permainan SUIT. Segala urusan yang menentukan dalam hidup kami ditentukan oleh adu SUIT saat itu.

Dari 10x adu SUIT 15x Lusi selalu menang, entah matanya yang cepat melihat gerakan jari saat turun saling berhadapan atau memang jarinya sudah otomatis mendeteksi jari apa yang akan aku keluarkan untuk berusaha mengalahkannya. Yang kuingat semakin aku berusaha mengalahkan Lusi dalam suit semakin jelas kemampuan teknik tinggi yang dia miliki.

Kembali kepada momentum SUIT antara aku dan Lena untuk menentukan siapa yang kembali duduk, Lena mengusap telak tangannya ke rok, aku menjilati telapak tanganku sebagai tanda siap atau bisa disebut kuda-kuda saat bersuit. Dan akhirnya SUIT ini dimulai...

“Ciaaatt........” aku mengankat tangan sampai melewati belakang kepala.
“hiaaatt...” Lena juga begitu bahkan sampai kebelakang punggung.”

Murid lain dan Pak Asep dengan seksama memperhatikan, menunggu dan bersiap melihat hasil pertandingan SUIT antara aku dan Lena. Ini demi Lusi sang Dewa Suit, demi kebebasanku juga, aku tak mungkin kalah dari Lena yang amatiran.

Hasil akhir adu Suit Lena (jempol) VS Agra (kelingking) . ilustrasi gambar : lifosa.blogspot.com

Wednesday, 29 October 2014

Memaknai Sibuk Menurut Si Karung Goni

Iya masih bersama malam ini yang terasa segar oleh angin malam, mata juga kebetulan segar sehabis dipejamkan awal waktu tidak seperti biasanya. Ini tepatnya masih pukul 3 pagi namun tak perduli disebut apa manusia yang masih aktif jam segini. Bisa disebut SIBUK kah?

Bersamaku hanya ada suara Andy /Rif dialbum Radja 2010 mendendangkan hits lagunya Planet Kosong lewat situs http://www.deezer.com/artist/318794 . Seperti itulah juga Jurnal Skripsi pesanan teman-teman memanggil untuk dikerjakan secepatnya sebelum waktunya habis. Katanya mereka terlalu sibuk jika mengerjakannya sendiri, ada juga yang beralasan tidak mempunyai waktu (*24 jam tak cukup baginya) dan ada juga yang memesan dibuatka karena tidak mampu membuatnya sendiri. Sudahlah jangan hiraukan mungkin mereka saja yang mencari alasan untuk membuatku menjadi sama sibuk.

Sebelumnya apa benar gue ini sibuk ? apa benar seluruh rangkaian kegiatan gue ini bisa dibilang kesibukan ? Mari kita uraikan dari beberapa penjelasan dan definisi kata SIBUK berikut ini :

Banyak yang Dikerjakan

Sepertinya gak juga, dari mulai bangun pagi tadi gue cuma ngedit tampilan blog ini lewat arahan @Jungjawa melalui tweeter, buka warung depan rumah, buka email siapa tau ada lowongan kerja atau buka blog dan balesin koment-koment temen-temen. Gak nyampe setengah hari udah bisa dilihat hasilnya, tampilan blog gue jadi lebih simple dari yang kemaren, sayang belum gue anti sama banner yang sengaja dibuatin sama si Jung. Katanya sekarang mending pake banner gaya Typhograf gitu.

banner opini si karung goni by @jungjawa