Monday, 1 August 2016

Hotel Melia Bali, Rekomendasi Hotel Terbaik di Kawasan Pantai Nusa Dua

Hai Sahabat Ter-Karung... Apa kabar? sudah pernah liburan ke Bali? Atau kamu punya rencana ke sana tapi tidak tau tempat keren mana yang harus dikunjungi. Nah, kali ini gue bakal memposting tulisan tentang salah satu tempat paling asoy yang wajib lo harus kunjungi saat berlibur ke Bali.
 
Are you ready... *Nari Kecak... Cakacakaacakacakak

Bali tentu sudah tidak asing lagi bagi kamu yang suka sekali akan keindahan pantai, karena pada dasarnya Bali sangat khas dengan keindahan pantainya. Adapun salah satu kawasan yang menjadi salah satu pusat perhatian parawisatawan Bali, Yaitu di kawasan Nusa Dua Bali, apalagi pantainya.

Indahnya pesona Pantai Nusa Dua Bali tentu akan membuat kamu dan siapa saja yang datang ke pantai ini jatuh hati. Bahkan, yang baru saja mendengar soal pantai ini nggak mungkin nggak penasaran sehingga tertarik untuk memilih destinasi ini sebagai sasaran utama menghabiskan waktu liburan. Tidak hanya turis lokal, namun turis asing pun menjadikan pantai ini sebagai salah satu primadona Nusa Dua.



Sumber :Hotel Melia Bali

Nggak heran kalau Pantai Nusa Dua menjadi objek wisata favorit para wisatawan dari segala penjuru dunia, yang mana jumlah pengunjungnya tidak pernah surut setiap tahunnya, bahkan semakin bertambah.Keindahan pemandangan pantainya selalu menjadi daya tarik pantai ini.

Saat kamu sampai di pantai ini, kamu akan melihat keindahan laut biru kehijauan dan juga pasir putih yang bersih, menjadi salah satu khas Pantai Nusa Dua. Di sini kamu, teman, dan keluarga bisa dong melakukan banyak sekali pelbagai aktivitas seperti renang, berjemur, bahkan camping di area pantai yang indah. Ombaknya yang cukup tenang dapat dikatakan aman untuk anak-anak bermain di sekitar pantai.

Akses menuju Pantai Nusa Dua cukup mudah, dimana jaraknya pun sangat dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, hanya membutuhkan 30 menit perjalanan.

Selain pantainya yang sangat memesona, kamu juga akan disuguhkan beberapa keindahan objek wisata Nusa Dua lainnya. Tidak hanya wisata alam, namun juga wisata kuliner berjejer sepanjang perjalanan di Nusa Dua yang dapat kamu nikmati saat berlibur bersama keluarga.

Lelahnya perjalanan mengelilingi Nusa Dua seharian tentu membutuhkan tempat penginapan yang nyaman dan juga pelayanan yang ramah. Nggak usah khawatir akan hal itu, karena sepanjang perjalanan menuju Pantai Nusa Dua terdapat beberapa penginapan berupa hotel. Dari hotel yang kelas melati hingga hotel berbintang tersebar di kawasan Nusa Dua, Bali.


Sumber : Traveloka.com

Ada juga loh salah satu hotel di Bali yang cukup popular dengan segala macam fasilitas kemewahannya, yaitu Hotel Melia Bali. Nggak heran kalau hotel ini merupakan hotel berbintang lima, karena kemewahanya yang dimiliki juga fasilitasnya yang lengkap dan memuaskan.

Saat kamu memasuki hotel ini, terdapat air mancur yang cukup indah dengan kolam yang cukup lebar.Tanaman-tanaman hias pun juga menghiasi halaman hotel ini. Tidak hanya halaman hotel, namun juga kemewahan sangat terasa saat memasuki ruang resepsionis, dengan banyaknya tanaman yang menghiasi, menciptakan kesan asri dan juga indah.

Uniknya, ada juga kolam renang hotel ini berada di sepanjang kamar hotel, di mana berada di bagian belakang kamar lantai bawah.Sambil berenang, nyaman sekali melihat pepohonan dan taman yang ada di sekelilingnya.


Sumber : Traveloka.com

Hotel Melia Bali yang keren ini tidak hanya cocok untuk kamu yang sedang berlibur bersama dengan keluarga tercinta, namun hotel ini juga pas banget buat kamu pengantin baru yang mau berbulan madu. Kamarnya yang elegan dengan tatanan kuno, namun sangat nyaman dan juga memiliki nuansa romantis.

belum lagi kita disuguhkan beberapa ukiran bernuansa kayu di setiap kamar juga memberikan atau menambahkan kesan sejuk, di mana sepeti kamar-kamar keturunan ningrat. Oh iya. fasilitas lain di kamar yang juga dilengkapi dengan beberapa meja rias kecintaan ibu-ibu dan beberapa perabotan pendukung kamar lainnya, sepertil layaknya rumah sendiri. Adapun lukisan dan hiasan bunga yang juga menambah kesan indah pada sudut kamar.

Intinya, hotel ini merupakan salah satu rekomendasi terbaik yang berada di kawasan Pantai Nusa Dua. Selain kemewahan dan fasilitas lengkap yang memberikan kenyamanan setiap tamu yang datang kesini, hotel ini juga berada di kawasan yang cukup strategis.Inilah hal lain yang membuat hotel ini selalu penuh akan pengunjung.


Sumber : bali-indonesia.com

Wednesday, 20 July 2016

Pasar Becek VS Onlineshop

Zaman sekarang hubungan jual beli lebih ke arah teknologi (onlineshop) dan “Pasar Becek” sudah mulai ditinggalkan. Benar tidak sih?

Katanya onlineshop lebih hemat, lebih cepat, lebih praktis, lebih aman dan nyaman juga berkualitas. Benarkah?

Pasar Becek atau pasar tradisional akan ditinggalkan orang karena dinilai menghabiskan tenaga dan biaya. Onlineshop akan menggantikan. Sekali lagi benarkah?

Apa produk yang dijual di onlineshop tidak ada di pasar becek? Apa kualitas produk di onlieshop lebih bagus dibandingkan produk yang ada di pasar tradisional?

Lalu, apakah harga produk yang dijual onlineshop lebih murah dibandingkan yang dijual di pasar becek?

Di pasar becek harga produk masih bisa ditawar, di onlinehop apa bisa? di sini siapa yang belanja tidak suka menawar? Justru jual beli ada karena permintaan dan penawaran.

Di pasar becek kita belanja liat produknya langsung, bisa milih langsung, bisa melakukan tawar menawar, bisa komplain langsung ke si pedagang apabila ada  cacat, ketemu langsung sama pedagangnya, ngobrol pokoknya ada interaksi.

Kalau kecewa sama pedagang atas barang yang dijual di pasar becek bisa langsung bilang, ketemu, komplain, atau sekalian gampar pedagangnya. Onlineshop bisa?

Coba mulai besok pagi balik lagi deh belanja ke pasar becek. Kan kita udah sering tuh belanja online. Bandingin deh. Ada hal yang berharga bagi kita sebagai konsumen dan itu tidak dapat kita temukan saat belanja online.

Kita lihat alasan kenapa orang lebih suka belanja online:
1.Anytime, anywhere.
2.Gak pakai macet.
3.Coba sepuasnya, tanpa dipelototin SPG.
4.Foto dulu, share, tunggu komentar kawan-kawan, baru beli.

Siapkah pasar becek menghadapi kompetisi seperti itu?
 
Pasar Tradisonal Hack87.tumblr.com

Monday, 27 June 2016

Cara Memilih Teman Yang Tepat Untuk Tinggal Serumah

Di sini apakah ada yang baru saja dapat kerja di luar kota, kuliah di luar kota atau yang mencari teman untuk tinggal dalam satu kost?

Setiap bulan puasa entah kenapa gue selalu ingat masa lalu ketika baru keterima kerja di salah satu perusahaan. Waktu itu gue ditempatkan jauh sekali dari rumah, dan mau tidak mau harus mencari kontrakan, kamar kost atau rumah sewa untuk tinggal sementara selama bekerja.

Ada beberapa kendala saat mencari kontrakan atau kamar sewa saat itu yang gue alamin:

Pertama, harga sewa kamar  atau kontrakan yang gak sesuai sama penghasilan karyawan baru saat itu. Terhitung biaya yang harus gue keluarkan begitu mahal. Dilema yang dialami harus memilih tempat tinggal atau makan. Gue dapet tempat tinggal tapi gak bisa beli makan, atau gue makan tapi tidur didepan ruko-ruko dengan beralaskan kardus bekas.

Kedua, setelah menemukan solusi untuk meringankan biaya sewa kamar (saat itu gue memilih untuk berbagi kamar agar sewa bisa dibayar patungan), hal lain yang menjadi kendala adalah mencari teman yang mau tinggal sekamar dengan gue. Walaupun ada yang mau sekamar sama gue, pertanyaannya apakah gue mau sekamar dengan dia?

Sekamar sama yang begini sih gue mah mau banget

Thursday, 23 June 2016

Ingin Sukses Dunia Akhirat Miliki 36 Kunci Ini

Sebagai pemuda milikilah mimpi besar. Jika tidak mampu, tetaplah bermimpi walau ketika bangun kamu harus langsung mandi besar. #MotivaSiKarungGoni

Mimpi besar gue adalah : Omset harian gue sebesar total omset bulanan.

Apa mimpi besar sahabat Ter-Karung? Tulis tuliskan dikolom komentar yang setelah membaca sampai habis tulisan ini.

Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan. Apalagi gue yang “masih muda” belum banyak ilmunya, belum panjang pengalamannya, pendek jalan pikirnya, ngambil keputusan seenak jidat. Gagal adalah suatu hal yang sering gue alami.

Jika gue gagal dalam suatu hal, yang pertama gue lakukan adalah menuliskan ulang  kata GAGAL tersebut lalu mengganti huruf L yang ada dikata itu menjadi huruf H. berani GAGAL itu hebat tapi berani GAGAH lebih hebat. #MotivaSiKarungGoni

Macam-macam orang menyikapi kegagalan. Ada yang hebat karena dia langsung bangkit dan meraih kesuksesan. Ada juga yang meneliti atau mengurai sebab kegagalan tersebut, memecah masalahnya lalu memperbaiki dan jalan kembali menuju kesuksesan. Yang bahaya orang gagal dan terus merenungi kegagalan itu, meratapi dengan kesedihan lalu takut untuk bangkit kembali.

Kita dianugerahkan kekuatan yang berbeda dalam menyikapi masalah yang sama. Makannya banyak orang butuh motivasi, alhasil motivator senang dapat kerjaan. Itu juga alasannya Mario Teguh banyak penggemarnya dibandingkan Mario Bross. Apasih…?

Gue sendiri tipikal orang yang membutuhkan motivasi disaat terpuruk dalam kegagalan. Baik motivasi dari dalam diri atau dari luar. Oleh karena itu gue lebih senang menonton video motivasi dari Mario Teguh dibandingkan main game Mario Bross. Apalagi sih…?

Habiskan jatah gagalmu dimasa muda agar kamu menikmati masa tua dengan kesuksesan. Kalimat motivasi itu yang menempel sampai sekarang di diri gue. Bahayanya gue gak tau sampai sekarang sisa berapa lagi jatah gagal gue. Makannya gue selalu menikmati kegagalan bahkan belajar dari kegagalan orang lain.

Sampai akhirnya gue menemukan satu buku karya anak bangsa. Pemuda asal Serang Banten bernama Izzatullah Abduh adik kandung dari Encep Abdullah penulis buku Wisata Bahasa Cabe-cabean yang pernah gue review ditulisan sebelumnya.


Sunday, 12 June 2016

Ayo Ber-Wisata Bahasa Bersama Si Karung Goni dan Cabe-Cabean

Review Wisata Bahasa Cabe-cabean Encep Abdullah
Oleh
Dani Maulana @SiKarungGoni

Jika berbahasa saja tidak tidak tepat dan runut, bagaimana mungkin bisa berfikir benar dan sistematis. (Odien R dalam kata pengantar Wisata Bahasa).
Masalahnya gue orangnya gak sistematis.

Tuh kan masih pake lo – gue, haruskan kalau bahas tata bahasa pakainya aku – kamu. Iya… kamu… yang lagi baca. Apasih.

Secara alamiah gue adalah tipe orang yang melakukan sesuatu secara kreatif, intuitif, imajinatif, implusif (tidak terencana), difus (tidak focus), dan lateral (tidak runtut). Pastilah selain banyak dituding sebagai orang sinting gue sering dikatain orang gila, gue termasuk orang yang tidak berbahasa secara tepat dan runut.

Minimal itulah yang gue alami selama hidup gue sampai sekarang. Kalau gue udah berkali-kali disebut sinting. Tapi gue gak pernah bisa marah, karena menurut gue merekalah yang sinting. Mau temenan sama gue.

Masih dihalaman awal buku ini gue membaca salah satu paragraph yang meyatakan bahwa kemampuan verbal para pelawak cerdas yang tidak harus melawak dengan kekerasan, tetapi sanggup membuat kita terpingkal-pingkal. Mungkin yang dimaksud oleh Odin R dalam kata pengantar buku ini adalah Stand Up Comedian/comic/komika.

Menarik membedah lebih dalam buku ini, setelah menemukan kalimat tersebut. Sebagai comic (baru belajar sih) gue merasa tersentuh langsung. Selama ini yang dikerjakan gue adalah mencari joke, menulisnya, memformat menjadi tulisan komedi, melatih, membadani lalu openmic sampai perform.

Masalah kadang terjadi ketika proses penulisan materi. Joke yang ditemukan dari keresahan, observasi atau spontanitas kadang hilang kualitas lucunya gara-gara tidak ditulis dengan baik. Adapun sampai tercatat hasilnya kurang lucu, setelah diteliti ternyata kesalahan penulisan bahkan pemilihan diksi.

Lalu, apakah gue masih memaksakan diri untuk tidak sistematis?

Jawaban gue, tidak. Gue merasa tata bahasa, tehnik penulisan, sampai penyampaian yang baik sangat penting untuk membuat orang tertawa lewat joke atau bit yang kita sampaikan. Sehingga mengurangi ngebom (tidak lucu).

Kasalahan berbahasa sangat beresiko dalam dunia stand up comedy. Kita boleh berbicara seenak kita, tapi kita harus tanggung jawab sendiri. Apabila ada yang merasa tersinggung, merasa dilecehkan bahkan terhina atas kata-kata yang dilontarakan. Dengan kata lain comic harus pandai memilih dan menyampaikan kata.

Intinya gue sebagai comic merasa terbantu oleh kehadiran buku Wisata Bahasa Cabe-cabean karya Encep Abdulloh.

Yang menariknya lagi didalam buku ini penulis memiliki segudang keresahan yang mungkin jika dibagi kepada gue bakal jadi materi atau joke yang bagus. Menurutnya penting sekali kehadiran buku ini karena banyak pertentangan makna dalam bahasa yang sehari-hari kita gunakan.

Hebatnya penulis meneliti sebagai tenaga pendidik harus betul-betul cermat dan teliti ketika dihadapkan dengan persoalan tata bahasa Indonesia yang memang begitu kompleks.

Penulis juga memeriksa kembali dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sampai buku morfologi : bentuk, makna dan fungsi karangan Zaenal Arifin dan Junaiyah. Yang artinya tidak sekedar menyalahkan.

Selain itu penulis juga peka menangkap kesalahan disekitar kehidupannya. Lalu memikirkan hal tersebut sehingga menjadi sebuah keresahan. Mencari sumber jawaban atas keresahan tersebut lalu menuturkan kebenaran yang sebenarnya. Tidak menghakimi. Tapi memberikan pilihan kepada pembaca untuk menjawabnya sendiri.

Kita ambil satu contoh dalam buku ini yah. Perhatikan :

Mengapa mereka tidak membuat lebih banyak lagi bahasa gaul yang serupa bentukannya, semisal stop jadi potes, know jadi wones, gray jadi yareg, dan flow jadi wolef. Dengan begitu kreativitas penggunaaan bahasa gaul tidak mati meskipun berbenturan dengan kaidah bahasa Indonesia. Seperti halnya kata keles yang juga memiliki rumus (a menjadi e dan I menjadi es): kali ® keles, banci ® bences, laki ® lekes walaupun rumus ini tak sepopuler rumus (e dan ong), semisal banci ® bencong, laki ® lekong, najis ® najong. Jadi, selain keles kata kali juga bisa menjadi kelong. (Woles Aja Keles – Wisata Bahasa Cabe-cabean Hal.33-34)


See, itu salah satu keresahan yang terdapat di buku Wisata Bahasa ini. Sungguh keresahan yang diurai secara keilmuan dan contoh kasus yang dekat dengan pembaca. Sehingga pembaca bisa menilai sendiri mana yang benar penggunaannya. Dari mulai persoaan penggunaan ucapan aku dan saya, bahasa yang terdapat di plang jalan tol, sampai masalah reduplikasi kalimat cabe-cabean lengkap dibahas dibuku ini.

Masih banyak keresahan penulis didalam buku ini yang biasa kita alami sendiri, dekat dengan lingkungan dan tanpa sadar gue diajak ber-wisata bahasa saat liburan bulan puasa ini.

Menurut gue ini bukan buku penghakiman tentang salah dan benarnya menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Tapi ini adalah buku yang berisi keresahan sang ahli bahasa yang ingin suaranya didengar atau sekedar ditertawan bersama.